Curahan hati pria asal Medan, Sumatera Utara viral di media sosial TikTok, menceritakan kisahnya mengidap kanker mata stadium 3 selama 4 tahun, sampai akhirnya harus menjalani operasi pengangkatan mata.
"Kanker mata stadium 3 selama 4 tahun berjuang (tumor ganas belakang bola mata). Harus 6 kali kemoterapi, 3 obat, radiasi 36 kali full dosis, operasi 4 kali, biopsi 2 kali," ceritanya dikutip dari akun TikTok @nurdiansyahrizki07 dengan izin yang bersangkutan.
Pria bernama asli Rizki Nurdiansyah (26) menceritakan kejadiannya bermula di tahun 2022 ketika ia mulai mengalami masalah pada area matanya. Ia menceritakan saat itu dirinya sedang bekerja di Malaysia.
Karena sudah ada banyak rekan kerjanya menyadari jika matanya merah-merah. Rizki akhirnya memutuskan untuk pergi ke salah satu klinik di Kuala Lumpur.
Saat itu, dokter menduga ada masalah infeksi bakteri pada mata Rizki. Dokter juga meminta Rizki untuk menghentikan kebiasaannya bermain ponsel hingga larut malam dalam kondisi gelap.
"Nah. terus ditanya lagi sering minum alkohol dan makanan seperti junk food dan instan gitu. Saya jawab ada kebetulan teman saya kerja partime di restoran cepat saji jadi dia selalu bawa makanan untuk kami makan. Sebenarnya boleh, tapi tidak di anjurkan selalu kata dokternya," ceria Rizki pada detikcom, Minggu (12/4/2026).
Setelah mendapatkan obat tetes khusus, masalah mata merahnya sempat hilang. Rizki memutuskan untuk menghentikan pemakaian.
Pada minggu ketiga, Rizki mulai merasa nyeri dan mulai mengalami gangguan penglihatan. Ia menggambarkan sisi mata kanannya seperti delay dan gerakannya tidak setara dengan mata kirinya, hingga akhirnya dokter merujuknya ke rumah sakit.
Sampai, pada suatu waktu, tiba-tiba penglihatannya seperti gelap total. Ia menceritakan saat itu dirinya ingin sekali pulang, tapi kesulitan karena sedang lockdown pandemi. Ia akhirnya bisa pulang ke Medan pada Oktober 2022.
"Saya pergi ke RS mata di kota Medan dan dari RS-nya suruh saya CT ccan untuk melihat detail diagnosanya dan setelah hasilnya keluar seminggu diagnosanya tumor di belakang bola mata dan saraf kepala ada bermasalah juga," sambung Rizki.
Ia akhirnya dirujuk ke rumah sakit terbesar di Medan untuk melakukan pemeriksaan ulang seperti CT scan dan biopsi, lalu dokter meminta Rizki untuk menjalani kemoterapi.
Setelah menjalani serangkaian perawatan, ia kemudian juga harus menjalani rangkaian operasi untuk pengangkatan bola matanya. Menurutnya, ini menjadi salah satu momen terberat dalam hidupnya.
"Di situ aku sudah nangis senangisnya, tapi kalau nggak diangkat bakalan menyebar nanti kankernya ke otak atau mata lagi satu," ceritanya.
Setelah beberapa operasi pengangkatan mata, kanker yang diidap Rizki sudah dinyatakan bersih. Dokter juga sempat melakukan operasi lagi untuk memperbaiki jahitan dari matanya.
"Sebenarnya saya nggak kuat kak tapi cuma saya sabar dan ikutin alur jalan sakit ini gimana sampai selesai walaupun mental down, tapi saya tetap semangat buat sembuh dan bisa bekerja kembali," tandasnya.





