TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pasangkayu bergerak cepat merespons kondisi Marigun (17), siswa SMA di Desa Letawa, Kecamatan Sarjo, yang membutuhkan bantuan kaki palsu pascaamputasi akibat kecelakaan.
Saat dikonfirmasi, Senin (13/4/2026), Kepala Dinsos Pasangkayu, Elsi, menyampaikan pihaknya akan segera melakukan asesmen langsung ke rumah Marigun.
“Meski di Dinsos Pasangkayu saat ini tidak tersedia anggaran untuk bantuan seperti itu, kami tetap merespons cepat kondisi yang dialami Marigun. Hari ini, insya Allah, anggota kami akan turun melakukan asesmen,” ujar Elsi.
Baca juga: Tanaman Terserang Hama Ulat, Petani Bawang Merah di Polman Rugi Miliaran Rupiah
Baca juga: Terminal Khusus CPO Akan Dibangun di Desa Doda Pasangkayu DKP Sulbar Cek Lokasi
Ia menjelaskan, asesmen tersebut dilakukan untuk mengetahui secara detail kondisi kesehatan, kebutuhan, serta latar belakang sosial ekonomi keluarga Marigun.
Hasil asesmen itu nantinya akan menjadi dasar pengusulan bantuan ke pihak yang berwenang, khususnya Balai Rehabilitasi Sosial di Palu.
“Setelah asesmen, hasilnya akan kami teruskan ke balai rehabilitasi sosial di Palu. Biasanya di sana ada program bantuan alat bantu seperti kaki palsu,” jelasnya.
Elsi menegaskan, meskipun keterbatasan anggaran menjadi kendala di tingkat daerah, pihaknya tetap berupaya mencarikan solusi melalui koordinasi lintas instansi.
Menurutnya, kasus seperti ini membutuhkan penanganan terpadu, tidak hanya dari pemerintah daerah, tetapi juga dukungan pemerintah pusat hingga para dermawan.
Sebelumnya, Marigun diketahui harus menjalani amputasi kaki kiri setelah mengalami kecelakaan lalu lintas di Desa Letawa pada November 2024.
Saat itu, ia tertabrak mobil saat pulang sekolah dalam kondisi hujan.
Ia sempat menjalani perawatan intensif selama berbulan-bulan di rumah sakit di Palu.
Kini, untuk dapat kembali beraktivitas normal, Marigun sangat membutuhkan kaki palsu dengan estimasi biaya mencapai Rp75 juta.
Di tengah keterbatasan ekonomi keluarga, harapan besar kini tertuju pada bantuan dari berbagai pihak agar Marigun dapat kembali bersekolah dan menjalani kehidupan seperti remaja seusianya.(*)
Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com, Taufan