Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TENGAH - Aksi pengeroyokan terhadap seorang pria yang diduga dilakukan oleh rombongan grup musik gendang beleq di Desa Montong Gamang, Kecamatan Kopang Lombok Tengah viral di media sosial.
Video berdurasi 2 menit 32 detik itu memperlihatkan pengeroyokan yang dilakukan saat acara perkawinan digelar di wilayah itu.
Kepala Desa Montong Gamang, Muhammad Amin Abdullah, membenarkan bahwa terduga yang menjadi korban dalam kejadian tersebut merupakan sekretaris desa Montong Gamang.
Menurut keterangan Amin, pristiwa tersebut terjadi pada Minggu sore (12/4/2026) tepatnya setelah waktu salat Asar.
Insiden bermula di pertigaan Dusun Gonjong, saat Sekdes yang sedang mengendarai mobil bersama keluarganya berpapasan dengan rombongan gendang beleq.
“Pak Sekdes ini bawa mobil berpapasanlah dengan (rombongan gendang beleq) ini. Lalu dia bunyikan klakson. Tujuannya supaya mobil yang di depannya itu bisa minggir atau mungkin dia bisa lebih cepat jalannya gitu,” ucap Amin dikonfirmasi, Selasa (13/4/2026).
Namun lanjut dia, bunyi klakson tersebut memicu salah paham. Para personel gendang belek mengira merekalah yang diminta untuk bergegas jalan.
“Ada salah paham dikira dia yang disuruh cepat ini gendang beleknya ini. Itu informasi sementara yang didapat,” lanjutnya.
Baca juga: Sambut Pembalap MotoGP, Siswa SMPN 15 Mataram Tampilkan Gendang Beleq di Depan Sekolah
Dalam mobil tersebut, Sekdes tidak sendirian. Ia tengah bersama ibu dan kakak perempuannya.
Berdasarkan informasi yang diterima Kades Amin dari saksi mata di lokasi yang mencoba melerai, diduga seluruh personel dalam rombongan tersebut terlibat dalam aksi pengeroyokan. Akibat kejadian ini, Sekdes mengalami sejumlah luka fisik.
“Memang dia memar. Ada luka-luka kecil bekas benturan alat gendang,” ungkapnya.
Sekdes lanjut Amin, telah menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada aparat penegak hukum. Korban juga telah menjalani proses pemeriksaan medis atau visum untuk keperluan penyelidikan.
“Masih ditangani sama Polsek Kopang (kasus) ini. Kemarin malam sudah dilakukan visum dokter, hasilnya pihak kepolisian yang tahu,” tutup Amin.
(*)