TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) RI memberikan peringkat Emas untuk Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan(PROPER) tahun 2025 kepada 39 perusahaan di Indonesia.
Perusahaan penerima PROPER Emas tahun ini berasal dari berbagai sektor industri seperti minyak, tambang, farmasi, hingga industri semen.
Salah satu penerimanya adalah pabrik Bridgestone Indonesia - Karawang Plant. Ini merupakan peringkat Emas pertama yang diterima perusahaan untuk pabrik di Karawang.
Baca juga: Dorong Keberlanjutan, Adaro Raih Peringkat PROPER Emas dari KLH
Pabrik Bridgestone Indonesia - Bekasi Plant (BP) juga meraih peringkat Hijau di penilaian PROPER Kementerian Lingkungan Hidup RI 2025. Penyerahan predikat PROPER Emas dan Hijau diterima perusahaan dari KLH di Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Presiden Direktur Bridgestone Indonesia, Mukiat Sutikno mengatakan, predikat ini juga menjadi tonggak penting, menjadikan Bridgestone sebagai satu-satunya produsen ban di Indonesia yang meraih penghargaan tersebut di 2025.
"Pencapaian ini sejalan dan menjadi kontribusi nyata Bridgestone E8 Commitment, sebagai pilar sustainability perusahaan," ungkap Mukiat Sutikno dikutip Senin, 13 April 2026.
“Kami mengapresiasi penghargaan dari pemerintah melalui KLH atas aksi nyata kami dalam program
keberlanjutan serta pengelolaan lingkungan pada 2025 lalu. PROPER Peringkat Emas ini menjadi kado paling
indah karena bertepatan dengan ulang tahun emas atau 50 tahun Bridgestone hadir di Indonesia," lanjut Mukiat Sutikno.
Dalam penilaiannya, KLH menyatakan Bridgestone Indonesia mampu konsisten mengelola dampak lingkungan dengan cara yang efektif dan efisien, seperti mengelola sisa hasil produksi dengan benar, meminimalkan polusi, menggunakan energi terbarukan, serta melakukan upaya konservasi yang jelas dalam operasionalnya.
Sebelumnya, Bridgestone Indonesia Karawang Plant meraih PROPER peringkat Hijau dua tahun berturut-turut yakni 2023 dan 2024 sehingga 2025 menjadi kandidat dan meraih PROPER peringkat Emas. Sedangkan untuk Bridgestone Indonesia BP, PROPER peringkat Hijau tahun ini merupakan yang kedua kalinya.
Selama periode 2024-2025, sebanyak 5.476 perusahaan dari berbagai sektor telah mengikuti penilaian PROPER, naik 22 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Peningkatan ini menunjukkan semakin kuatnya kesadaran dunia usaha untuk mempertanggungjawabkan kinerja lingkungan secara terbuka sekaligus memperkuat akuntabilitas publik.
Menteri LH/Kepala BPLH (Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup), Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan, PROPER kini telah berkembang jauh melampaui fungsi awalnya sebagai instrumen kepatuhan.
“PROPER bukan lagi sekadar alat evaluasi administratif. PROPER adalah motor transformasi yang mendorong perusahaan tidak hanya taat, tetapi melampaui ketaatan melalui inovasi, efisiensi sumber daya, dan kontribusi nyata kepada masyarakat,” ujar Menteri Hanif.
Ia menambahkan, hasil penilaian PROPER menunjukkan adanya kemajuan, meskipun tantangan masih
besar. Sebanyak 282 perusahaan berhasil mencapai kategori lebih dari ketaatan (beyond compliance), terdiri
dari 39 perusahaan berperingkat Emas dan 243 perusahaan berperingkat Hijau.
Mukiat mengatakan, untuk pelestarian lingkungan di area pabrik, Bridgestone Karawang mengimplementasikan inovasi Centralized Maintenance Energy Monitoring System (CMEMS) berbasis SCADA IoT. Berdasarkan analisis Life Cycle Assessment (LCA).
Sistem ini mengendalikan operasional pada unit Mixing yang menjadi penyumbang emisi terbesar (hotspot). Implementasi CMEMS sukses menurunkan konsumsi energi dari 6,20 GWh/tahun menjadi 4,90 GWh/tahun, serta memangkas emisi Gas Rumah Kaca (GRK) hingga 475,92 ton CO2e per tahun, tanpa memindahkan dampak lingkungan ke proses kerja lainnya (no impact shifting).
Di luar area operasional, Bridgestone Indonesia KP menjalankan program RISE (Reforestation, Innovation and Sanggabuana Empowerment). Sesuai peta jalan keberlanjutannya di 2025, program RISE difokuskan pada perluasan skala konservasi Hutan Sanggabuana di provinsi Jawa Barat.
Perusahaan melakukan restorasi ekosistem dengan menciptakan koridor pakan bagi primata langka, yakni Owa Jawa.Untuk memastikan efektivitas penanaman, program ini dilengkapi dengan teknologi Biotagging (Kode QR) dan Avenza Map guna memantau pertumbuhan pohon secara real-time.
Daftar perusahaan penerima PROPER Emas 2026, berikut rinciannya: