TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Pengadaan tanah untuk relokasi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kaliandong di Kalurahan Donomulyo, Kapanewon Nanggulan, mengalami penundaan. Relokasi dilakukan lantaran lahan SDN Kaliandong terdampak pembangunan Tol Yogyakarta-YIA.
Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulon Progo, Nur Hadiyanto menjelaskan pengadaan tanah tertunda berdasarkan hasil sidang forum tata ruang daerah pada 2025 lalu. Hasilnya menyatakan penangguhan pengadaan tanah.
"Selain itu di dalam APBD 2026 juga tidak ada anggaran untuk pengadaan tanah relokasi," kata Nur Hadi pada wartawan, Senin (13/04/2026).
Padahal ia mengatakan bahwa pengadaan tanah untuk relokasi SDN Kaliandong nyaris terlaksana pada 2026 ini. Apalagi Disdikpora Kulon Progo sudah melakukan kajian secara mendalam untuk relokasi.
Nur Hadi mengatakan setidaknya ada 7 titik yang berpotensi jadi tanah pengganti untuk dijadikan lokasi SDN Kaliandong yang baru. 7 titik itu didapat berdasarkan sejumlah indikator.
"Pertimbangannya seperti psikologis pelajar dan orang tua, jarak sekolah, hingga efektivitas pembelajaran," jelasnya.
Lantaran pengadaan tanah untuk relokasi SDN Kaliandong ditangguhkan, Nur Hadi menyatakan pihaknya kini hanya bisa menunggu. Terutama kejelasan terkait pengadaan tanah.
Lurah Donomulyo, Sukijan menjelaskan bahwa lahan tempat SDN Kaliandong berdiri saat ini merupakan Tanah Kas Desa (TKD). Luas lahan yang digunakan sekitar 2.500 meter persegi.
"Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) dan Disdikpora Kulon Progo untuk proses penggantian tanah," ujarnya.
Menurut Sukijan, SDN Kaliandong jadi sekolah rujukan bagi masyarakat di 3 kalurahan yaitu Donomulyo, Banguncipto, dan Sentolo. Idealnya, lokasi yang baru berada di sisi timur jalan tol, berdasarkan kondisi demografi penduduk.
Namun pengadaan tanah kini harus tertunda. Pihaknya menilai ada sejumlah faktor penyebab penundaan, seperti belum adanya titik temu terkait lokasi tanah pengganti yang ideal.
"Sebab harus mempertimbangkan kebutuhan masyarakat, apalagi lokasi yang dipilih sebelumnya berada di sisi barat tol," papar Sukijan.(alx)