TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Gubernur dan Wakil Gubernur DIY menggelar Safari Syawalan ke Kulon Progo pada Senin (13/04/2026). Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo pun menyiapkan seluruh rangkaian acara, termasuk jamuan untuk para tamu undangan.
Kepala Bagian Protokol dan Rumah Tangga, Sekretariat Daerah (Setda) Kulon Progo, Risdiyanto Nugroho menyampaikan persiapan dilakukan di tengah kondisi efisiensi anggaran, sehingga biayanya cukup terbatas.
"Sebagai solusi dan menyesuaikan kondisi, kami hadirkan pelaku UMKM yang biasa berjualan di wilayah Wates," kata Risdiyanto di Taman Budaya Kulon Progo (TBK), tempat acara Safari Syawalan berlangsung.
Setidaknya ada sekitar 10 pelaku UMKM yang dihadirkan untuk menyediakan jamuan dalam acara. Menunya meliputi Bakso, Bakwan Kawi, Bakmi Jawa, angkringan, hingga es dawet dan es cendol.
Risdiyanto mengatakan ada sekitar 800 porsi yang disediakan, sesuai dengan jumlah tamu undangan. Pihak panitia juga menyediakan minuman berupa jamu beras kencur serta infused water.
"Nilai dari tiap porsi makanan yang disediakan sekitar Rp 10 ribu," ungkapnya.
Risdiyanto menjelaskan pelaku UMKM yang dihadirkan sudah melalui proses seleksi ketat, terutama dari sisi kesehatan. Petugas dari Dinas Kesehatan (Dinkes) diterjunkan untuk memeriksa kualitas panganan sebelum disajikan ke para tamu undangan.
Proses seleksi turut melibatkan Biro Umum dan Protokol Sekretariat Daerah DIY. Kehadiran pelaku UMKM lokal pun diharapkan bisa mengangkat usaha mereka menjadi lebih baik.
"Semoga dengan kesempatan ini usaha mereka bisa berkembang lebih baik, termasuk secara ekonomi dan produknya," jelas Risdiyanto.
Salah satu pelaku UMKM yang ikut hadir adalah Dwi Estri, asal Kalurahan Margosari, Kapanewon Pengasih. Usahanya berupa angkringan yang menyajikan beragam nasi kucing beserta lauknya.
Ia dihubungi sepekan sebelumnya untuk ikut hadir dalam Safari Syawalan di TBK. Biasanya, ia berjualan di wilayah Dayakan dan sudah cukup dikenal, terutama di kalangan ASN (Aparatur Sipil Negara).
"Saya tentunya bangga bisa ikut dilibatkan dalam acara seperti ini," kata Dwi.
Ia menilai diundangnya pelaku UMKM menunjukkan kepedulian pemerintah pada mereka. Ia pun berharap para pelaku UMKM selalu dilibatkan dalam acara serupa, demi mewujudkan slogan UMKM naik kelas.(alx)