TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur menekankan pentingnya tata kelola organisasi yang sehat sebagai fondasi utama meraih prestasi tertinggi.
Hal ini disampaikan dalam Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kaltim yang berlangsung pada Sabtu (11/4/2026).
Kadispora Kaltim, Rasman Rading, memberikan apresiasi atas terlaksananya Rakerprov ini.
Menurutnya, keberhasilan sebuah organisasi olahraga berbanding lurus dengan capaian atlet di lapangan.
Baca juga: FPTI Paser Gencarkan Panjat Tebing, Fokus Utama Mencetak Talenta Muda Berprestasi
"Jadikan Raker ini sebagai ruang untuk menunjukkan sportivitas dan persaudaraan sejati antarinsan olahraga. Rakerprov adalah pijakan awal kita menuju PON 2028," ujar Rasman.
Rasman juga mengingatkan agar fasilitas panjat tebing yang ada di GOR Kadrie Oening benar-benar dimanfaatkan secara maksimal untuk mencetak atlet berbakat, bukan sekadar bangunan mati.
Ia mendorong, klub-klub di seluruh Kalimantan Timur untuk fokus pada pembibitan usia dini.
"Panjat tebing Kaltim punya sejarah emas yang luar biasa, mulai dari PON 2008 hingga PON 2016. Historis ini harus menjadi pelecut semangat bahwa keterbatasan anggaran bukan alasan untuk tidak berprestasi," tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras, membawa kabar pasti terkait pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII di Kabupaten Paser.
Baca juga: FPTI Kaltim Gelar Kejurprov Panjat Tebing Kelompok Umur 2025, Bukti Komitmen Regenerasi Atlet Muda
Berdasarkan hasil koordinasi, ajang olahraga terbesar di Kaltim tersebut dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal.
"Seluruh kabupaten/kota dan instansi terkait sepakat mendukung pelaksanaan Porprov pada November 2026, tidak ditunda ke tahun 2027," jelas Rusdi.
Meski begitu, Rusdi menekankan adanya kebijakan efisiensi. KONI Kaltim tidak akan mengurangi jumlah cabang olahraga (cabor), namun akan merampingkan jumlah nomor tanding agar lebih linier dengan nomor yang dipertandingkan di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON).
KONI Kaltim kini tengah menyusun skala prioritas pendanaan cabor yang dibagi menjadi empat kategori:
Langkah ini diambil untuk mewujudkan target besar Pemerintah Provinsi Kaltim, yakni menembus posisi 3 besar nasional.
Merespons instruksi tersebut, Ketua Pengprov FPTI Kaltim, Elly Luchritia Nova, menyatakan kesiapannya.
Ia optimistis sinergi antara FPTI kabupaten/kota akan mengembalikan kejayaan panjat tebing Benua Etam.
"Kami bertekad bulat menyiapkan atlet terbaik untuk menyongsong Porprov Paser dan Babak Kualifikasi (BK) PON 2028. Kami ingin mengembalikan nama besar panjat tebing Kalimantan Timur di kancah nasional," pungkas Elly. (*)