8 Besar UCL - Misi Hansi Flick Akhiri Kutukan, Barcelona Bidik Comeback atas Atletico di Leg 2
Endra Kurniawan April 13, 2026 11:30 PM

TRIBUNNEWS.COM - Barcelona menatap laga leg kedua babak perempat final Liga Champions dengan ambisi besar membalikkan agregat dan lolos ke semifinal.

Barcelona kalah 2-0 di leg pertama dan kini mereka akan bermain di kandang Atletico Madrid di Wanda Metropolitano pada Rabu (15/4/) dinihari WIB.

Di bawah asuhan Hansi Flick, Barcelona dikenal sebagai tim yang memiliki mental baja. 

Bahkan, tertinggal lebih dulu dalam satu pertandingan tidak lagi menjadi masalah besar bagi tim asal Catalunya tersebut.

Ada satu identitas baru yang tersemat, yakni sebagai tim yang bisa membalikkan skor setelah tertinggal, alias comeback.

Musim ini, mereka sudah 10 kali melakukan comeback dalam satu pertandingan di berbagai ajang.

Namun, tantangan berbeda kini menghadang. Barcelona harus mengejar defisit 0-2 saat bertandang ke markas Atlético Madrid di leg kedua perempat final Liga Champions UEFA.

Dalam konteks dua leg pertandingan, ceritanya berbeda. Hingga saat ini, Flick belum pernah sukses membawa Barcelona lolos setelah kalah di leg pertama. 

Inilah celah yang kini menjadi sorotan sekaligus tantangan besar. Laga melawan Atletico Madrid bukan sekadar laga biasa, tetapi misi untuk mematahkan “kutukan” yang belum pernah dipecahkan Flick.

Baca juga: Skenario MU Kunci Tiket Liga Champions Musim Depan, Duel Lawan Chelsea Jadi Kunci Percepat Lolos

Atletico Madrid, Ujian Sesungguhnya

Kekalahan 0-2 di leg pertama di Camp Nou terasa menyakitkan, apalagi Barcelona sebenarnya tampil dominan.

Mereka menguasai jalannya pertandingan, menciptakan banyak peluang, bahkan sempat bermain dengan 10 orang setelah kartu merah Pau Cubarsí.

Namun efektivitas menjadi milik Atletico. Julián Álvarez membuka keunggulan lewat eksekusi bola mati, sebelum Alexander Sørloth menggandakan skor di babak kedua.

Kini, Barcelona harus mencetak minimal dua gol di Wanda Metropolitano untuk menjaga peluang lolos. 

Misi berat, tetapi bukan mustahil mengingat produktivitas mereka dalam beberapa laga terakhir.

BERFOTO - Starting XI Barcelona melakukan sesi foto sebelum kick-off melawan Newcastle United pada leg pertama 16 Besar Liga Champions di St James' Park Stadium, Inggris, Rabu (11/3) dini hari WIB.
BERFOTO - Starting XI Barcelona melakukan sesi foto sebelum kick-off melawan Newcastle United pada leg pertama 16 Besar Liga Champions di St James' Park Stadium, Inggris, Rabu (11/3) dini hari WIB. (fcbarcelona.com)

Belajar dari Masa Lalu

Sebenarnya, Barcelona sempat nyaris melakukan comeback luar biasa di ajang lain musim ini. 

Saat menghadapi Atletico di semifinal Copa del Rey, mereka kalah 0-4 di leg pertama.

Mereka mampu menang 3-0 di leg kedua, hanya terpaut satu gol dari comeback sensasional.

Selain itu, pengalaman di Liga Champions juga menunjukkan kapasitas mereka. 

Hasil imbang di leg pertama melawan Newcastle mampu dibalas dengan kemenangan meyakinkan di leg kedua.

Baca juga: AC Milan Hancur Lebur: Scudetto Melayang, Tiket Liga Champions Belum Jaminan Aman

Catatan tersebut memperlihatkan satu hal: Barcelona punya kapasitas untuk bangkit, tetapi kini mereka dituntut melakukannya dalam situasi paling krusial.

Di tengah sorotan dan keluhan pasca kekalahan di leg pertama, Barcelona kini dituntut untuk berhenti mencari alasan dan mulai membuktikan kualitas mereka di lapangan.

Pemain muda seperti Lamine Yamal hingga pilar utama lainnya harus menunjukkan bahwa mereka layak disebut sebagai salah satu tim terbaik Eropa saat ini.

Bagi Hansi Flick, ini bukan hanya soal lolos ke semifinal. Ini tentang mematahkan kutukan, membuktikan kapasitas sebagai pelatih top, dan membawa Barcelona ke level mentalitas juara yang sesungguhnya.

Jika berhasil, comeback ini tidak hanya akan menjadi kemenangan besar, tetapi juga titik balik era baru Barcelona di bawah kepemimpinannya.

(Tribunnews.com/Tio)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.