TRIBUNSUMSEL.COM -- Terjerat kasus dugaan pelanggaran perlindungan konsumen, Richard Lee resmi ditahan di Polda Metro Jaya per Jumat (6/3/2026).
Di tengah proses hukum atas laporan Samira Farahnaz tersebut, status keagamaan Richard Lee kini turut menjadi bola liar di media sosial setelah mendapat sorotan tajam dari pelapor.
Menanggapi hal itu, Ustaz Derry Sulaiman pun angkat bicara.
Ia menjelaskan bahwa perjalanan keimanan seseorang tidak bisa diukur secara instan, terlebih bagi seorang mualaf.
Derry menilai, bahkan seseorang yang sejak lahir beragama Islam pun belum tentu langsung mampu mengamalkan ajaran dengan sempurna.
"Orang Islam dari lahir saja kadang-kadang belum bisa mengamalkan agama, apalagi orang yang baru masuk Islam ya," ujar Ustaz Derry Sulaiman, dikutip Tribunnews dari YouTube Reyben Entertainment, Senin (13/4/2026).
Ia kemudian menegaskan bahwa syarat seseorang disebut Muslim adalah telah mengucapkan syahadat.
"Jadi orang kalau dia sudah syahadat berarti dia sudah Islam. Kalau dia belum beramal dan sebagainya, kita doakan saja ya. Jangan sampai kita ada kesan kita enggak senang melihat keislaman seseorang gitu ya."
Lebih lanjut, pemilik nama asli Deri Guswan Pramona ini menyebut dirinya merupakan pihak yang membimbing langsung proses mualaf Richard Lee dan melihat adanya niat baik dari yang bersangkutan.
"Saya yang mengislamkan beliau, saya lihat banyak kebaikan ya, seperti bangun masjid," terangnya.
Ia juga meminta publik untuk tidak membandingkan tingkat keimanan seseorang, terutama bagi mereka yang baru memeluk Islam.
"Mungkin dia belum mampu seperti kalian-kalian yang saleh-saleh ya."
Menurutnya, status keislaman seseorang tidak bisa dibatalkan begitu saja tanpa pernyataan langsung dari yang bersangkutan.
"Tapi sebelum orang itu mendeklarasikan dia bukan Islam, kita tidak boleh mengkafirkan orang ya, tidak boleh membatalkan keislaman seseorang."
Di akhir pernyataannya, Derry mengajak masyarakat untuk lebih mengedepankan doa dan sikap positif.
"Jadi ya kita doakan saja Dr. Richard banyak kebaikan," pungkasnya.
Sebelumnya, Doktif mengaku masih meragukan status mualaf Richard Lee.
Dalam pernyataannya, ia menyampaikan keyakinannya bahwa Richard Lee tidak menjalankan ibadah puasa.
"Tapi guys 1000 persen Doktif yakin dia (Richard Lee) enggak puasa ya. Jadi dia tidak puasa," ujar Doktif, dikutip Tribunnews dalam YouTube Intens Investigasi, Jumat (13/3/2026).
Ia juga menyebut akan menghadirkan narasumber yang diklaim memiliki informasi terkait status mualaf tersebut.
"Nanti Doktif akan live bersama dengan narasumber yang akan membongkar bahwa proyek mualaf itu bukan proyek asli ya, tapi proyek-proyekan ya. Jadi sudah terbukti bahwa dia tidak pernah salat, dia tidak pernah puasa di dalam."
Doktif mengatakan rencana siaran langsung itu akan digelar untuk memaparkan sejumlah informasi tambahan.
"Kita nantikan narasumber, insyaallah Doktif akan live nanti malam ya. Jangan ke mana-mana ya, tetap stay tune," terangnya.
Ia juga menyinggung pandangannya mengenai penggunaan agama dalam konteks tertentu.
"Dan mungkin ya Allah sudah menunjukkan kekuasaannya ya, mau enggak mau di bulan Ramadan dia harus masuk karena satu hal yang paling Doktif gedek permainan agama. Jadi agama ini digunakan sebagai politik ya."
Menurut Doktif, ada pula seseorang yang sebelumnya pernah terlibat dalam proses terkait status mualaf Richard Lee.
"Jadi nanti juga akan ada seseorang yang pernah memberikan surat mualaf dan ternyata dia juga kecewa karena tadi dia sempat mampir untuk bertemu, sowan jenguk dengan membawa Alquran ya," jelas Doktif.
Ia mengklaim orang tersebut mendapatkan informasi dari petugas mengenai aktivitas Richard Lee selama berada di dalam tahanan.
"Ternyata pada saat mau ketemu dikatakan bahwa penjaganya saja tidak pernah melihat dia salat, tidak pernah melihat dia puasa. Jadi dia di dalam pun dia makan, di dalam pun dia seperti biasa."
Karena itu, menurut Doktif, orang tersebut akhirnya membatalkan rencana pertemuan dengan Richard Lee.
"Ya, jadi akhirnya beliau memutuskan untuk membatalkan bertemu dengan saudara tersangka DRL karena cukup kecewa."
Doktif menambahkan bahwa orang tersebut kemudian menyampaikan permintaan maaf kepadanya.
"Jadi apa yang dikatakan bahwa dia mempermainkan agama itu benar dan akhirnya beliau meminta maaf kepada Doktif," pungkasnya
(*)