Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH — Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem menyambut positif sekaligus mengapresiasi usulan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian terkait perpanjangan dana otonomi khusus (otsus) Aceh dan peningkatan besarannya menjadi 2 persen.
Menurut Mualem, usulan yang disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR RI itu mencerminkan keseriusan pemerintah pusat dalam melihat kondisi Aceh sebagai daerah dengan status kekhususan, terutama di tengah upaya penanganan bencana yang masih berlangsung.
“Tentu saya menyambut positif dan apresiasi usulan Mendagri dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR RI, yang meminta agar dana Otsus Aceh diperpanjang. Tapi harapan besar kami otsus Aceh dapat ditambah menjadi 2,5 persen,” ujar Mualem, Senin (13/4/2026).
Ia menilai, langkah Mendagri tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah pusat selalu merespons berbagai persoalan yang dihadapi Aceh, baik dari sisi pembangunan maupun pemulihan pascabencana.
“Dan ini salah satu bentuk respon serius pusat dalam melihat Aceh sebagai daerah khusus, terutama yang saat ini masih dalam penanganan bencana,” kata Mualem.
Lebih lanjut, Mualem mengungkap bahwa dorongan perpanjangan otsus telah berulang kali disampaikan Pemerintah Aceh kepada pemerintah pusat dan lembaga legislatif dalam berbagai kesempatan.
Ia menyebut upaya tersebut sebagai bagian dari komitmen pihaknya untuk memastikan keberlanjutan pembangunan dan berbagai program yang menyasar kesejahteraan masyarakat.
“Oleh karena itu, secara khusus kami mengucapkan terima kasih kepada bapak presiden, menteri terkait, kepada Ketua DPR RI dan seluruh unsur pimpinan, komisi terkait serta seluruh anggota DPR RI, terutama Baleg DPR RI yang saat ini memprioritaskan terkait perubahan UUPA,” ungkapnya.
Baca juga: Kabar Gembira! Mendagri Usul Otsus Aceh Diperpanjang dan Jadi 2 Persen Lagi
Kendati demikian, Mualem mengakui bahwa realisasi perpanjangan otsus tidak bisa dilakukan secara instan karena memerlukan perubahan regulasi di tingkat undang-undang.
Namun, ia cukup yakin pernyataan Mendagri dalam rapat tadi dapat menjadi momentum untuk mempercepat proses tersebut.
Lebih lanjut, Mualem juga menekankan, dana otsus selama ini memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan Aceh, khususnya pascakonflik dan dalam masa pemulihan pascabencana.
“Otsus saat ini memang salah satu komponen paling besar bagi aceh pascakonflik dan untuk pemulihan pascabencana dalam pembangunan di berbagai bidang, terutama di bidang kesehatan, pendidikan, dan pembangunan, dan lain sebagainya terkait kesejahteraan masyarakat Aceh,” tambahnya.
“Untuk itu, sekali lagi kita sangat mengapresiasi usulan Mendagri Tito yang selama ini benar-benar memperhatikan Aceh dari berbagai hal,” pungkasnya.(*)