El Nino Godzilla 2026: BMKG Prediksi Suhu Musim Kemarau Panjang di Yogyakarta
Iwan Al Khasni April 14, 2026 12:14 AM

Yogyakarta Tribunjogja - Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), termasuk Kabupaten Kulon Progo, diperkirakan segera memasuki musim kemarau yang lebih panjang dari biasanya. 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut fenomena El Nino “Godzilla” sebagai penyebab utama kondisi ekstrem ini.

Apa Itu El Nino “Godzilla”?

El Nino adalah fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur. 

Dampaknya, pola sirkulasi atmosfer global terganggu sehingga curah hujan di Indonesia menurun drastis.

BMKG menjelaskan bahwa istilah El Nino “Godzilla” digunakan untuk menggambarkan El Nino dengan intensitas sangat kuat. 

Fenomena ini berpotensi menimbulkan musim kemarau yang lebih panjang, kering, dan disertai suhu udara tinggi.

Prediksi BMKG untuk DIY

Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Feriomex Hutagalung, menyampaikan bahwa musim kemarau di DIY diperkirakan mulai pertengahan April 2026.

“Prediksi kami musim kemarau di DIY bisa sampai menjelang Agustus,” kata Feriomex pada Senin (13/04/2026).

Ia menambahkan, suhu udara selama kemarau bisa mencapai 34–35 derajat Celcius. Meski begitu, kondisi tersebut belum termasuk kategori gelombang panas karena pola atmosfer berbeda.

“Yang jelas harus ada antisipasi terhadap kekeringan dan kebakaran, sebab curah hujan akan sangat minim,” ujarnya.

Dampak yang Mungkin Terjadi


1. Krisis Air Bersih

* Wilayah rawan kekeringan berpotensi mengalami kesulitan pasokan air.

* Pemerintah daerah diminta menyiapkan strategi distribusi air bersih.

2. Sektor Pertanian

* Irigasi sawah terancam karena berkurangnya pasokan air.

* Produktivitas pertanian bisa menurun jika tidak ada mitigasi.

3. Kesehatan Masyarakat

* Suhu tinggi dapat menimbulkan ketidaknyamanan saat beraktivitas.

* Risiko dehidrasi dan penyakit terkait cuaca panas meningkat.

4. Lingkungan

* Ancaman kebakaran hutan dan lahan lebih besar akibat minimnya curah hujan.

Antisipasi Pemerintah Daerah

Feriomex menekankan pentingnya langkah mitigasi dari pemerintah daerah, termasuk kemungkinan modifikasi cuaca untuk menambah curah hujan.

Sementara itu, Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, memastikan pihaknya siap menghadapi dampak kemarau.

“Kalaupun terjadi kekeringan, sumber air di Kulon Progo belum terganggu,” kata Agung beberapa waktu lalu.

Ia menegaskan bahwa persediaan air baku di Kulon Progo masih mencukupi, bahkan surplus, sehingga masyarakat diyakini tetap aman dari krisis air bersih. (alx)

• DIY Masih Turun Hujan, Begini Penjelasan BMKG

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.