Pelajar 16 Tahun di Rejang Lebong Ditemukan Tewas Tak Wajar
Hendrik Budiman April 14, 2026 11:36 PM

Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M. Rizki Wahyudi

TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG – Masyarakat di Desa Air Bening Kecamatan Bermani Ulu Raya, Rejang Lebong dikejutkan dengan penemuan seorang pelajar yang meninggal dunia secara tak wajar pada Selasa (14/4/2026) malam.

Remaja laki-laki berusia 16 tahun itu ditemukan meninggal dunia dengan cara tergantung di dalam kamar rumahnya. 

Korban diketahui bernama Fahri Muhazam (16) seorang pelajar SMK yang merupakan warga setempat.

Korban pertama kali ditemukan oleh orangtuanya dalam kondisi sudah tak bernyawa. 

Kapolsek Bermani Ulu, Iptu Ronal Pasaribu, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), korban diduga meninggal dunia akibat gantung diri di dalam kamar rumahnya.

"Benar, ada dugaan pelajar meninggal dunia akibat gantung diri,"sampai Kapolsek saat dikonfirmasi wartawan TribunBengkulu.com pada Selasa malam. 

Ditemukan oleh Ayah Kandung

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh ayah kandung korban, Edison (50), yang pulang dari berkebun. 

Saat itu, ayahnya memanggil korban, namun tidak mendapat jawaban. Ia kemudian mendapati pintu kamar korban dalam keadaan tertutup.

Baca juga: Kepala Desa Selamat Sudiarjo Rejang Lebong Buka Suara Usai Anaknya Tabrak Lansia hingga Kritis

Karena curiga, saksi membuka pintu kamar dan menemukan korban dalam posisi setengah terduduk dengan tali melilit di lehernya.

"Pertama kali kondisi korban ini diketahui oleh ayahnya yang baru pulang dari kebun, saat ditemukan posisinya sudah meninggal dunia,"jelas Kapolsek. 

Hasil Olah TKP

Dari hasil pemeriksaan di lokasi kejadian, petugas menemukan sejumlah indikasi yang mengarah pada dugaan gantung diri.

Di antaranya, terdapat bekas jeratan pada leher korban yang melingkar ke atas, dengan posisi simpul yang sesuai dengan karakteristik gantung diri.

Selain itu, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan ataupun tindak kejahatan. 

"Diperkirakan dari kondisinya, diperkirakan sudah meninggal sekitar dua jam sebelum ditemukan,"lanjut Kapolsek. 

Dalam penanganan kasus ini, petugas mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian, antara lain satu tali tambang plastik berwarna putih, satu celana pendek warna biru, dan satu kaos berkerah warna putih garis abu-abu yang dikenakan korban.

Keluarga Tolak Autopsi

Pihak keluarga korban menyatakan menolak dilakukan visum maupun autopsi terhadap jenazah.

Penolakan tersebut disertai dengan surat pernyataan resmi dari keluarga yang menyatakan menerima kejadian ini sebagai musibah.

"Terkait motif ataupun hal-hal lainnya masih dalam penyelidikan lebih lanjut,"tutup Kapolsek. 

Hingga saat ini, pihak kepolisian menyatakan bahwa peristiwa tersebut masih dalam penanganan dan penyelidikan lebih lanjut.

Disclaimer:

Jika kalian mempunyai tendesi untuk bunuh diri atau butuh teman curhat, kalian dapat menghubungi kontak di bawah ini:

LSM Jangan Bunuh Diri (021 9696 9293)

Kesehatan jiwa merupakan hal yang sama pentingnya dengan kesehatan tubuh.

Jika semakin parah, disarankan untuk menghubungi dan berdiskusi dengan pihak terkait, seperti psikolog, psikiater, maupun klinik kesehatan jiwa.

LSM Jangan Bunuh Diri adalah Lembaga swadaya masyarakat yang didirikan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan jiwa.

Tujuan dibentuknya komunitas ini adalah untuk mengubah perspektif masyarakat terhadap mental illness dan meluruskan mitos serta agar masyarakat paham bahwa bunuh diri sangat terkait dengan gangguan atau penyakit jiwa.

Kalian dapat menghubungi komunitas ini melalui nomor telepon (021 0696 9293) atau melalui email janganbunuhdiri@yahoo.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.