TRIBUNMATARAMAN.COM, NGANJUK - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk menunjukkan komitmennya dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi.
Salah satu upaya yang dilakukan, yakni melalui penyederhanaan birokrasi dan kemudahan investasi.
Sementara itu, demi menggenjot iklim investasi, Pemkab menggelar kegiatan Promosi Investasi, Penerbitan NIB, serta Pelayanan Publik Terpadu.
Kegiatan dikemas dalam bentuk forum, pengusaha yang hadir bisa bertanya langsung mengenai perizinan, regulasi, dan sebagainya.
Baca juga: UMKM Jenang di Kediri, Konsisten Produksi Harian Hingga Penjualan Tembus Luar Jawa
Sehingga solusi bagi para investor dan calon investor nyata diperoleh.
Acara itu juga dihadiri langsung, Wakil Bupati (Wabup) Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro.
Mas Handy -sapaan Wabup-, memberikan apresiasi kepada para pengusaha.
Khususnya, yang telah berkontribusi menumbuhkan ekonomi Kabupaten Nganjuk mencapai 5,30 persen pada 2025.
Total investasi yang masuk ke Nganjuk di tahun yang sama mencapai sekira Rp 1,6 triliun.
"Ini bukti nyata bahwa Kabupaten Nganjuk sedang bertransformasi dari sektor pertanian menuju industri dan perdagangan," katanya, Selasa (14/4/2026).
Ia menyatakan saat ini, pihaknya sedang merevisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) untuk memfasilitasi kebutuhan ekspansi perusahaan.
Mas Handy menambahkan, Kabupaten Nganjuk mendukung segala bentuk investasi.
"Bila ingin mengekskalasikan usahanya menjadi lebih besar, segera sampaikan kepada kami. Kami siapkan seluruh kepala OPD terkait memfasilitasi kebutuhan," ungkapnya.
Mas Handy berpesan kepada para pengusaha agar tetap memprioritaskan penyerapan tenaga kerja asli Kabupaten Nganjuk.
Termasuk, mengajak berkolaborasi dalam pengelolaan CSR satu pintu untuk pembangunan infrastruktur yang lebih merata.
Plt Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Nganjuk, Samsul Huda, menyebut, forum ini merupakan upaya Pemkab menyelesaikan kendala administratif atau bottlenecking perizinan pasca berlakunya regulasi terbaru
Yakni, penerapan PP 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.
"Forum ini hadir sebagai solusi atas berbagai hambatan dalam proses investasi," ucapnya.
Ia menerangkan, Pemkab Nganjuk memastikan proses administrasi berjalan cepat dan tanpa kendala bagi para investor.
Menurutnya, investasi yang besar akan menjawab problematika mendasar daerah seperti kemiskinan dan inflasi.
"Kami juga menghadirkan BPJS Ketenagakerjaan agar perlindungan tenaga kerja lokal berjalan beriringan dengan kemajuan perusahaan," tutupnya.
(Danendra Kusuma/TribunMataraman.com)