Calon Polwan Diperkosa Oknum Polisi di Depan 3 Polisi Lain di Jambi, Cari Keadilan ke Hotman Paris
Budi Sam Law Malau April 15, 2026 03:31 AM

WARTAKOTALIVE.COM -- Perjalanan panjang penuh luka dan harapan tengah ditempuh seorang calon polisi wanita (polwan) asal Jambi.

Ia menjadi korban pemerkosaan oleh oknum aparat kepolisian.

Calon Polwan itu kini bergerak menuju Jakarta dari Jambi, demi satu tujuan: mencari keadilan yang selama ini terasa jauh dari jangkauan.

Baca juga: Ditangkap Polisi, Pelaku Pemerkosaan Perempuan Penyandang Disabilitas hingga Hamil di Buleleng Bali

Kasus ini mencuat setelah tim hukum Hotman 911 merilis pernyataan resmi yang mengungkap kronologi memilukan lewat akun Instagram advokat Hotman Paris Hutapea @hotmanparisofficial, Selasa (14/4/2026).
 
Dalam keterangan tersebut disebutkan bahwa korban tidak hanya mengalami kekerasan seksual, tetapi juga diperlakukan secara tidak manusiawi karena aksi tersebut diduga terjadi di hadapan tiga oknum polisi lainnya yang menonton dan bahkan menyoraki.

"Calon polwan korban pemerkosaan oleh oknum polisi, yang saat diperkosa ditonton dan disoraki oleh tiga oknum polisi, sedang menempuh perjalanan darat dari Jambi menuju Jakarta untuk mencari keadilan dan akan bertemu dengan tim Hotman 911" tulis pernyataan resmi tim hukum Hotman 911.

Korban, yang bercita-cita menjadi bagian dari institusi kepolisian, kini harus menghadapi kenyataan pahit yang justru datang dari lingkungan yang seharusnya menjadi tempatnya mengabdi.

Perjalanan Mencari Keadilan

Dengan kondisi penuh tekanan, korban bersama ibunya menempuh perjalanan darat dari Jambi menuju Jakarta.

Sang ibu, yang disebut hanya berprofesi sebagai pemulung, setia mendampingi anaknya dalam perjuangan ini.

Kisah mereka menjadi potret nyata ketimpangan, di mana warga kecil harus berjuang ekstra keras untuk mendapatkan keadilan di tengah dugaan keterlibatan aparat.

Rencananya menurut tim Hotman 911, korban akan bertemu langsung dengan tim hukum yang dipimpin oleh Hotman Paris Hutapea pada:

  • Hari/Tanggal: Rabu, 15 April 2026
  • Waktu: 14.00 WIB
  • Lokasi: Sayap Suci (Holywings Group), Kelapa Gading, Jakarta Utara

Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk membuka jalan hukum yang lebih terang bagi korban dan diharapkan pula media massa bisa menyaksikannya.

Baca juga: Wanita Korban Pemerkosaan di NTT malah Diperkosa Polisi saat Lapor ke Polsek, AKBP Harianto Geram

Sorotan Publik dan Desakan Penegakan Hukum

Kasus ini dengan cepat menyedot perhatian publik, terutama karena melibatkan dugaan pelanggaran serius oleh aparat penegak hukum.

Para netizen berharap Hotman Paris membela korban hingga oknum polisi yang melakukan dan menyaksian dihukum setimpal.

Jika terbukti, peristiwa ini tidak hanya menjadi kejahatan individu, tetapi juga mencoreng integritas institusi.

Desakan pun menguat agar proses hukum berjalan transparan dan tegas, tanpa intervensi, serta memberikan perlindungan maksimal bagi korban.

 Di balik fakta hukum dan sorotan publik, ada kisah kemanusiaan yang tak kalah penting. S

eorang anak yang bercita-cita menjadi polwan kini justru harus melawan trauma, stigma, dan ketidakpastian.

Sementara itu, sang ibu—yang hidup dari mengais barang bekas—menjadi simbol keteguhan.

Tanpa kekuatan finansial atau koneksi, ia hanya bersandar pada harapan bahwa keadilan masih bisa ditegakkan.

"Perjalanan mereka bukan sekadar perjalanan fisik dari Jambi ke Jakarta, melainkan perjalanan panjang melawan ketakutan, ketidakadilan, dan sistem yang kerap dianggap sulit ditembus oleh rakyat kecil," kata sejumlah netizen menilai kasus ini.

Beberapa hal yang menjadi sorotan publik:

  • Dugaan keterlibatan lebih dari satu oknum polisi
  • Adanya unsur pembiaran atau bahkan penyaksian
  • Perlindungan terhadap korban dari intimidasi
  • Transparansi penanganan kasus

Hotman Paris Tegaskan Komitmen Kawal Kasus

Melalui tim Hotman 911, pengacara kondang Hotman Paris yang dikenal aktif membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan keadilan, berkomitmen akan membongkar kasus ini.

Keterlibatan Hotman dalam kasus ini, memberi harapan baru bagi korban dan keluarga.

Kasus dugaan pemerkosaan terhadap calon polwan di Jambi ini bukan sekadar tindak kriminal biasa, tetapi juga menyentuh isu besar tentang kepercayaan publik terhadap aparat hukum.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.