Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana
TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Konferensi pers Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto terkait temuan bungkusan yang diduga kokain seberat 27,83 kilogram di Sumenep mendadak dibatalkan, Selasa (14/4/2026), setelah awak media menunggu selama berjam-jam tanpa kepastian.
Sebagaimana diketahui, bahwa agenda tersebut sebelumnya dijadwalkan untuk menyampaikan perkembangan temuan bungkusan yang diduga kokain seberat 27,83 kilogram di Pantai Kahuripan, Kecamatan atau Pulau Giligenting, Kabupaten Sumenep, Madura.
Kapolda Jatim tiba di Kabupaten Sumenep dengan menggunakan helikopter dan mendarat di Bandara Trunojoyo. Selanjutnya, rombongan langsung menuju Mapolres Sumenep.
Konferensi pers rencananya digelar di Aula Sanika Satyawada Polres Sumenep.
Pantauan di lokasi, backdrop bertuliskan "press conference" Kapolda Jawa Timur telah terpasang. Bahkan, sejumlah barang bukti berupa bungkusan yang diduga berisi narkotika jenis kokain juga sempat dipajang di meja bagian depan.
Baca juga: Dulu Tenar, Artis Teman Tamara Bleszynski Pernah Jual Kokain saat Redup, Kini Suami Syok Istri Tewas
Namun, beberapa saat kemudian, barang bukti tersebut tiba-tiba diangkut keluar ruangan oleh sejumlah anggota kepolisian.
Hingga tiga jam dari pukul 10.00 - 1.13 WIB awak media menunggu tanpa kejelasan. Beredar informasi bahwa Kapolda Jatim telah kembali ke Polda Jawa Timur dan konferensi pers dibatalkan.
Menanggapi hal itu, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto menyampaikan permohonan maaf kepada awak media.
Dengan demikian, dirinya menjelaskan bahwa pihaknya kini masih melakukan pendalaman terhadap temuan tersebut.
Baca juga: Sumenep Memanas, Eskavator Kembali Masuk Laut Tapakerbau, Warga Sudah Siap Menghadapi
Terkait penarikan barang bukti dari ruang konferensi pers, Anang menyebut langkah itu dilakukan untuk kepentingan uji laboratorium.
Sementara itu, terkait kedatangan Kapolda Jatim ke Sumenep, Anang menegaskan bahwa agenda tersebut merupakan kunjungan kerja, bukan untuk merilis temuan dugaan narkotika tersebut.
"Tujuan Pak Kapolda ke Sumenep bukan merilis itu, tapi agenda kerja. Agenda kerja," ucapnya.