TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Tiga unit bangunan bedeng barang rongsokan di Jalan TPA Suwung, Denpasar Selatan, Denpasar, Bali ludes dilalap si jago merah pada Selasa 14 April 2026 siang.
Insiden yang terjadi sekitar pukul 13.30 WITA ini diduga kuat dipicu oleh suhu udara yang ekstrem yang memicu ledakan sisa korek gas di tumpukan sampah.
Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, menjelaskan bahwa kebakaran tersebut menghanguskan bedeng milik tiga orang warga, yakni Suminto (56), Andi Sumarno (55), dan Warnoto (44).
Baca juga: 92 Kejadian Kebakaran di Denpasar Bali Sejak Januari 2026, Kerugian Capai Rp 4,2 Miliar
Disebutnya, api pertama kali muncul dari tumpukan barang rongsokan sebelum akhirnya merembet dengan cepat.
"Penyebab kebakaran diduga karena cuaca yang cukup panas siang itu," kata Iptu Gede Adi, pada Rabu 15 April 2026.
"Di dalam tumpukan sampah tersebut terdapat banyak limbah korek gas yang kemungkinan meledak karena terpapar panas matahari secara terus-menerus, sehingga menimbulkan percikan api dan membakar material di sekitarnya," jabarnya.
Kronologi bermula saa Eko Prasetyo (35) yang sedang bekerja melihat kepulan asap tebal membubung dari bedeng milik Suminto.
Baca juga: Lansia 77 Tahun Tewas Terjebak Kebakaran di Sidakarya, Ditemukan di Reruntuhan Dapur
Saat dicek, api sudah dalam kondisi besar dan mulai merembet ke bedeng milik Andi Sumarno dan Warnoto.
Warga sekitar sempat berupaya memadamkan api dengan alat seadanya, namun material rongsokan yang didominasi botol plastik, kertas, dan sampah hotel membuat api sulit dikendalikan.
Sementara itu, Nanang Susilo (50), mengaku sempat mendengar suara dentuman berulang kali dari titik awal api.
"Warga mendengar ada suara letupan-letupan seperti petasan dari arah bedeng. Setelah dicek keluar, ternyata api sudah membakar bangunan tersebut," beber Iptu Adi.
Upaya pemadaman melibatkan delapan unit mobil Pemadam Kebakaran Kota Denpasar yang tiba di lokasi sesaat setelah menerima laporan.
Petugas berjibaku selama kurang lebih dua jam hingga akhirnya api benar-benar berhasil dipadamkan pada pukul 15.30 WITA.
Iptu Adi menegaskan, meski api melahap habis bangunan beserta isinya seperti botol kaca, ember bekas, hingga sampah plastik, dipastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.
Petugas memastikan titik api benar-benar padam agar tidak terjadi kebakaran susulan mengingat cuaca di wilayah Denpasar yang masih cukup terik.
"Akibat kejadian ini, nihil korban jiwa. Namun, kerugian materiil yang dialami ketiga korban ditaksir mencapai kurang lebih Rp 40.000.000," paparnya.
"Pihak korban sendiri sudah menyatakan menerima kejadian ini sebagai musibah dan memilih untuk tidak membuat laporan resmi ke pihak kepolisian," pungkas Iptu Gede Adi. (*)