Wabup Kotim Irawati Kecam Grup Menyimpang di Sampit, Minta Orang Tua Perketat Pengawasan Anak
Sri Mariati April 15, 2026 12:05 PM

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT – Keresahan masyarakat terhadap kemunculan grup media sosial,  yang diduga menyimpang di Kota Sampit akhirnya mendapat respons tegas dari Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Irawati.

Di tengah kekhawatiran yang kian meluas, Irawati angkat bicara. Ia mengaku prihatin, bukan hanya sebagai pejabat daerah, tetapi juga sebagai seorang ibu yang merasakan kegelisahan yang sama seperti orang tua lainnya.

“Sebagai wakil bupati dan juga sebagai orang tua, saya turut merasa resah. Itu jelas perbuatan yang tidak dibenarkan. Apapun alasannya, sesama jenis tidak dibenarkan,” tegasnya, Rabu (15/4/2026). 

Pernyataan itu muncul setelah beredarnya informasi mengenai sebuah grup di platform Facebook yang diduga menjadi wadah interaksi menyimpang di kalangan remaja. 

Berdasarkan pantauan, grup tersebut telah diikuti sekitar 1.367 anggota.

Di dalamnya, interaksi antaranggota disebut tidak hanya sebatas perkenalan, tetapi berkembang menjadi komunikasi intens hingga ajakan untuk melakukan pertemuan yang mengarah pada perilaku tidak pantas. 

Kondisi ini memicu kekhawatiran berbagai pihak, terutama para orang tua yang merasa ruang digital semakin sulit dikendalikan.

Irawati menilai, kondisi ini sebagai alarm serius bagi keluarga di tengah pesatnya perkembangan teknologi. 

Menurutnya, lemahnya pengawasan terhadap penggunaan gadget menjadi celah bagi anak-anak untuk mengakses konten yang tidak sesuai usia.

“Lemahnya pengawasan terhadap penggunaan gadget dapat membuka ruang bagi anak-anak mengakses konten yang tidak sesuai,” ujarnya.

Dengan nada tegas namun penuh kekhawatiran, ia mengingatkan para orang tua agar tidak lengah. 

Pengawasan terhadap anak, khususnya dalam penggunaan media sosial, dinilai menjadi faktor penting yang akan menentukan arah perkembangan mereka ke depan.

“Orang tua tolong awasi anak-anaknya dan gadget yang ada di tangan mereka. Karena itu sangat menentukan bagaimana masa depan anak,” pesannya.

Tak hanya itu, Irawati juga menyoroti masih lemahnya implementasi pembatasan usia penggunaan media sosial yang diterapkan pemerintah pusat. 

Baca juga: Wabup Irawati Sampaikan LKPJ 2025 Pendapatan Kotim Rp 1,97 T, Sawit Jadi Penopang PAD

Baca juga: Wakil Bupati Kotim Dorong Pembatasan Gadget Anak Usai Terungkap Paparan Radikalisme

Menurutnya, celah seperti penggunaan akun palsu atau manipulasi data umur membuat anak-anak tetap bisa mengakses platform digital tanpa kontrol memadai.

Ia pun mendesak aparat penegak hukum untuk segera turun tangan menelusuri keberadaan grup tersebut, guna memastikan kebenaran informasi sekaligus mencegah dampak yang lebih luas.

“Terkait adanya grup itu, saya sangat mengutuk, jika memang benar ada. Saya minta pihak berwajib segera menelusuri dan melihat apa isi di dalamnya,” katanya.

Menurutnya, langkah cepat dan tepat sangat diperlukan untuk melindungi kalangan remaja yang rentan terpengaruh oleh lingkungan digital yang tidak sehat. Ia berharap seluruh anak di Sampit dapat terlindungi dari perilaku yang dinilai menyimpang.

“Intinya, mudah-mudahan anak-anak Sampit semuanya terlindungi dari perbuatan yang tidak baik. Kita semua tentu tidak menginginkan hal-hal seperti ini terjadi di lingkungan kita,” imbuhnya.

Di akhir pernyataannya, Irawati juga mengingatkan para remaja agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Ia menegaskan bahwa platform digital seharusnya dimanfaatkan untuk hal-hal positif yang memberikan nilai dan manfaat.

“Para remaja harus bijak dalam menggunakan media sosial. Gunakan untuk hal yang bermanfaat, karena media sosial bukan hanya untuk melihat, tapi juga untuk berinteraksi,” tandasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.