Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Dinas Kesehatan Provinsi Lampung merilis data terbaru terkait kasus tuberkulosis (TBC) dalam tiga tahun terakhir, mulai 2024 hingga 2026.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Irman Thamrin, menyampaikan bahwa pada tahun 2024 estimasi kasus TBC di Lampung mencapai 31.302 kasus.
“Pada tahun 2024 estimasi kasus TBC sebanyak 31.302 kasus, dengan capaian penemuan sebanyak 20.129 kasus atau sekitar 65 persen,” ujar, Rabu (15/4/2026).
Ia melanjutkan, pada tahun 2025 estimasi kasus TBC tercatat sebanyak 31.245 kasus dengan jumlah penemuan 20.373 kasus atau tetap berada di angka 65 persen.
“Pada tahun 2025 estimasi kasus TBC sebanyak 31.245 kasus, dengan capaian penemuan sebanyak 20.373 kasus atau 65 persen,” jelasnya.
Baca Juga Wamenkes Benjamin Nilai Penanganan TBC Tidak Bisa Hanya dari Sektor Kesehatan
Sementara itu, hingga 31 Maret 2026, estimasi kasus TBC di Lampung mencapai 30.745 kasus.
Namun, jumlah kasus yang berhasil ditemukan baru sebanyak 3.498 kasus atau sekitar 11 persen.
“Pada tahun 2026 estimasi kasus TBC sebanyak 30.745 kasus, dengan capaian penemuan sebanyak 3.498 kasus atau 11 persen per 31 Maret 2026,” kata dia.
Menurut Irman, secara penemuan kasus TBC mengalami peningkatan setiap tahunnya. Hal ini dipengaruhi oleh kontribusi pelaporan dari fasilitas pelayanan kesehatan swasta.
“Berdasarkan penemuan kasus TBC terjadi peningkatan jumlah penemuan setiap tahunnya, karena sudah mulai ada kontribusi laporan dari fasyankes swasta seperti rumah sakit, klinik, dan dokter praktik mandiri,” ungkapnya.
Meski demikian, capaian tersebut masih belum memenuhi target nasional yang menargetkan minimal 90 persen kasus TBC dapat ditemukan setiap tahunnya.
“Namun secara target capaian nasional TBC, peningkatan ini belum maksimal karena Lampung belum mencapai target sebesar 90 persen kasus harus ditemukan setiap tahunnya,” tegasnya.
Untuk tahun 2026, dari total estimasi 30.745 kasus, sebanyak 3.498 kasus telah ditemukan. Dari jumlah tersebut, 3.459 kasus atau sekitar 98 persen telah menjalani pengobatan.
“Dari kasus yang ditemukan, sebanyak 3.459 atau 98 persen sudah diobati,” pungkasnya.
(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama)