Bohong Ada yang Kejang, Debt Collector Tertawa Setelah Berhasil Prank Kru Ambulans di Jakarta Pusat
Rr Dewi Kartika H April 15, 2026 01:52 PM

TRIBUNJAKARTA.COM - Oknum debt collector atau penagih hutang melakukan panggilan darurat palsu, kepada kru ambulans di Jakarta Pusat, ia menyebut ada yang mengalami kejang.

Video yang merekam peristiwa tersebut viral di media sosial, pada Rabu (15/4/2026).

Di video viral itu, terlihat kru ambulans sudah tiba di kawasan perkantoran di Jalan Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Mereka lalu menurunkan tandu dan masuk ke dalam kantor, namun kala itu tak ada orang yang mengalami kejang seperti yang dikatakan debt collector tersebut.

Sopir ambulans bernama Yoga Dwi Saputra, lalu menelepon debt collector itu, dan meminta pertanggung jawaban.

"Kami dari rumah sakit datang kesini jauh-jauh ternyata tidak ada korban Pak," kata Yoga.

"Bagaimana? Jangan melecehkan medis pak," 

"Ini urusannya bapak sama kami," imbuhnya.

Namun debt collector tersebut terdengar tak serius menghadapi keluhan Yoga.

"Yaudah, Pak yaudah," ucap debt collector tersebut.

"Apanya yang udah? Belum, belum apa-apa," ujar Yoga.

Debt collcetor itu terus mengelak, bahkan tertawa mendengar Yoga yang mengaku sudah sangat dirugikan dengan panggilan darurat palsu tersebut.

"Bapak berarti mengerjai tenaga medis, bapak melecehkan tenaga medis," ujar Yoga.

"Kok melecehkan, bapak emang saya pegang?" kata debt collector.

"Bapak udah order ambulans, kami ke sini pakai bensin, tenaga, waktu," jelas Yoga.

"Saya transfer," ujar debt collector, lalu terdengar suara tawa keras.

"Silahkan saya tunggu," kata Yoga.

Kru ambulans lain lalu memperingatkan debt collector itu untuk tidak mempermainkan orang lain, namun justru ancaman yang didapat.

"Kalau enggak sanggup jadi debt collector, enggak usah jadi debt collector," ucap kru ambulans tersebut.

"Besok akan lebih banyak lagi," jawab debt collector itu.

Niat Tagih Utang, Tapi Rugikan Orang Lain

Menurut Yoga kejadian bermula saat ia bersama krunya menerima pesan WhatsApp terkait permintaan evakuasi seorang pria berinisial BS yang disebut mengalami kejang, pada Selasa (14/4/2026) siang. 

Dalam pesan tersebut, lokasi pasien disebut berada di kawasan perkantoran di Jakarta Pusat.

Namun setibanya di lokasi, mereka tidak menemukan pasien seperti yang dilaporkan. 

Yoga menduga debt collcetor itu tengah berupaya nagihan utang. 

“Sesampainya di lokasi, ternyata ini urusan utang. Mereka memakai tim medis sebagai perantara,” ujar Yoga dikutip TribunJakarta dari Instagram @wargajakarta.id.

Yoga juga menjelaskan bahwa nama yang dicantumkan dalam pesanan diketahui merupakan nasabah pinjaman online, tetapi yang bersangkutan tidak berada di tempat. 

Dalam video yang beredar, oknum debt collector sempat berjanji akan mengganti biaya operasional ambulans, namun hal itu tidak terealisasi. 

“Tidak ada ganti bensin, itu cuma ledekan saja,” tegasnya.

Netizen Minta Polisi Bergerak

Netizen yang melihat video viral tersebut, mendesak pihak kepolisian segera bertindak.

"@poldametrojaya @tmcpoldametro @jatanraspoldametrojaya BISA DI USUT GAK PAK TUH DEPCOLLECTOR MERESAHKAN KARNA SELAIN ORDER FIKTIF TERKAIT AMBULANS DAN DI CARI TAU UNTUK NASABAH YANG PINJOL TERSEBUT. DAN MOHON SEGERA UNTUK APLIKASI PINJOL TOLONG DI HAPUS DARI INDONESIA KARNA MERESAH. TERIMA KASIH"

"Mana nih tindakan tegas dari pihak @ojkindonesia dan pihak kepolisian @listyosigitprabowo @divisihumaspolri @poldametrojaya ...atas penipuan yang dilakukan oleh debt kolektor pinjol... apa kalian membiarkan tindakan kejahatan ini?"

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.