3 Siswa SD di Rejang Lebong Dipukuli Kakak Kelas, Dipicu Saling Ejek
Rita Lismini April 15, 2026 02:39 PM

Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M. Rizki Wahyudi

TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG – Tiga pelajar sekolah dasar (SD) di Kabupaten Rejang Lebong menjadi korban dugaan kekerasan fisik oleh kakak kelas sejak Maret 2026 dan terungkap pada Selasa (14/4/2026). 

Peristiwa tersebut diduga dipicu oleh saling ejek hingga berujung aksi pemukulan.

Aksi dugaan kekerasan dan perundungan tersebut terjadi di SD Negeri 47 Rejang Lebong yang ada di Desa Sumberejo Transad, Kecamatan Bermani Ulu Raya.

Korban Alami Luka Memar

Tiga korban masing-masing berinisial, D (9) siswa kelas III, A (11) siswa kelas V dan M (10) siswa kelas III. Ketiganya merupakan warga Desa Air Bening, Kecamatan Bermani Ulu Raya.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka memar dan trauma hingga saat ini.

Inisial Terduga Pelaku

Dari informasi terhimpun wartawan TribunBengkulu.com, terduga pelaku berjumlah lebih dari satu orang dan masih berstatus pelajar yang sama dengan para korban.

Berikut inisial para terduga pelaku ialah R (13), M (13), F (15), J (9), A (12), G (11), D (12), A (12), A (12), G (12), B (12), A (12) dan K (12).

Sebagian besar terduga pelaku merupakan siswa kelas VI, serta berasal dari Desa Sumberejo Transad dan sekitarnya.

Mediasi Dilakukan di Polsek

Peristiwa ini telah ditangani pihak kepolisian. Pada Rabu (15/4/2026) pagi, Polsek Bermani Ulu menggelar mediasi antara pihak korban dan keluarga terduga pelaku.

Kasi Humas Polres Rejang Lebong, AKP M Hasan Basri, membenarkan adanya kejadian itu. Ia mengatakan proses penanganan masih berlangsung dengan pendekatan kekeluargaan.

“Pihak Polsek Bermani Ulu saat ini sedang melaksanakan mediasi antara orang tua atau keluarga yang terlibat,”ungkap Hasan saat dikonfirmasi wartawan TribunBengkulu.com.

Kejadian Berlangsung di Dalam Kelas

Peristiwa ini diketahui pada Selasa (14/4/2026) kemarin. Namun, dugaan aksi kekerasan fisik dan perundungan disebut telah berlangsung sejak awal Maret 2026.

Dalam kronologinya, tiga korban kerap dipanggil oleh kakak kelasnya, lalu diajak masuk ke dalam ruang kelas VI. Setelah pintu ditutup, korban diduga dipukuli dan ditendang oleh sejumlah pelaku.

Korban sempat tidak berani melapor karena takut dan mendapat ancaman.

"Dari pengakuan korban, aksi tersebut sudah terjadi sejak Maret 2026 kemarin,"lanjut Hasan.

Motif Karena Saling Ejek

Dari hasil pendalaman awal, motif dugaan kekerasan dipicu oleh rasa tersinggung akibat saling ejek, termasuk ejekan yang berkaitan dengan nama orang tua.

Polisi memastikan akan terus melakukan pendalaman dengan mengumpulkan keterangan dari para saksi.

"Terkait motif, awalnya karena rasa tersinggung saling ejek dan berujung dengan aksi tersebut,"ungkap Hasan.

Penanganan Masih Berjalan

Hingga saat ini, polisi telah menerima laporan, melakukan pemeriksaan awal saksi, serta mengupayakan mediasi.

Penanganan kasus ini mengedepankan pendekatan persuasif, mengingat seluruh pihak yang terlibat masih di bawah umur. Selain itu, baik korban maupun para pelaku diketahui masih berstatus pelajar aktif di sekolah tersebut.

"Sampai saat ini upaya mediasi terus dilakukan, kepolisian membantu memfasilitasi mediasi antar keluarga,"tutup Hasan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.