SURYAMALANG.COM, KOTA MALANG - Pemkot Malang akan membangun jalan kembar di kawasan Pasar Gadang, Kota Malang.
Pemkot Malang melalui Dinas PUPRPKP telah merancang pembangunan infrastruktur di kawasan Pasar Gadang.
Kepala Dinas PUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulhardjanto menerangkan, perencanaan pembangunan terdiri atas tiga bagian yang mencakup perbaikan jalan, drainase, hingga rehabilitasi jembatan.
Dandung menyampaikan bahwa proyek tersebut telah dipaparkan kepada Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, sebagai bagian dari penataan kawasan.
“Kami sudah memaparkan konsep pembangunan Jalan Pasar Gadang kepada wali kota,” ujarnya kepada SURYAMALANG.COM di Gedung DPRD Kota Malang, Rabu (15/4/2026).
Ruang lingkup proyek dimulai dari kawasan traffic light Pasar Gadang hingga Simpang Empat Jalan Rajasa.
Pekerjaan dilakukan dengan kombinasi material, yakni aspal dan beton (rigid), menyesuaikan kondisi dan kebutuhan di lapangan.
“Sebagian menggunakan aspal, sebagian lagi beton. Ini menyesuaikan kondisi jalan,” jelasnya.
Baca juga: Momen Langka Pintu Air Sungai Amprong Dibuka, Puluhan Warga Kedungkandang Malang Turun Panen Ikan
Selain itu, sistem drainase juga akan diperkuat dengan pembangunan gorong-gorong di sisi kanan dan kiri jalan kembar, masing-masing berdiameter satu meter. Hal ini untuk menghindari banjir.
“Gorong-gorong akan dibangun di kedua sisi jalan untuk mendukung aliran air,” ujarnya.
Untuk jembatan, akan dilakukan pengerukan lapisan aspal lama sebelum dilakukan pelapisan ulang.
Langkah ini dilakukan untuk mengurangi beban struktur jembatan. Jembatan akan menggunakan bahan aspal.
“Lapisan lama dikeruk dulu, baru diaspal ulang agar tidak menambah beban,” katanya.
Terkait kesiapan lokasi, saat ini proses penataan masih berlangsung, termasuk relokasi pedagang di sekitar kawasan proyek.
“Teman-teman di lapangan masih menuntaskan pemindahan pedagang. Kalau sudah siap, pertengahan Mei bisa mulai,” jelasnya.
Baca juga: Cuaca Malang-Kota Batu Hari Ini Rabu 15 April 2026: Rata-rata Berawan, Ngantang - Kasembon Hujan
Pemerintah menargetkan proyek tersebut dapat diselesaikan dalam waktu enam hingga tujuh bulan, dengan mempertimbangkan proses pengerjaan beton yang membutuhkan waktu pengeringan.
“Kita targetkan sekitar 6 sampai 7 bulan selesai,” ujarnya.
Proyek ini didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat dengan total anggaran sekitar Rp 14,9 miliar untuk sektor jalan pada tahun 2026.
Pembangunan ini bertujuan meningkatkan kualitas infrastruktur di kawasan Pasar Gadan, sekaligus mendukung kelancaran lalu lintas dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Fransisca, warga Kelurahan Bumiayu, Kota Malang berpendapat bahwa jalan di kawasan Pasar Gadang memang sudah selayaknya diperbaiki.
Ia melihat jalan sudah rusak parah, ketika hujan akan menggenang air dan menyebabkan banjir.
“Memang sudah selayaknya diperbaiki. Jalan rusak itu akan semakin parah ketika hujan. Macet juga di sana,” paparnya.
Fransisca sendiri selalu menghindari jalur yang melintasi Pasar Gadang. Ia lebih memilih jalur lingkar luar untuk menghindari kemacetan.
Fransisca tidak mempersoalkan jarak yang cukup jauh daripada terjebak macet.
“Kalau macet itu kan sudah tidak nyaman lagi. Tapi kalau saya beli sayuran, ya terpaksa harus lewati jalan itu. Makannya saya tahu itu memang rusak,” katanya.
Sudah lama bagi Fransisca menanti jalan di Pasar Gadang diperbaiki. Wajah jalan rusak di Pasar Gadang menurutnya sangat tidak nyaman.
Peluang perbaikan kali ini diharapkan betul-betul bisa terlaksana dengan baik.