PG Ngadiredjo Kediri Perkuat Sinergi dengan Petani Tebu, Segini Target Giling di Tahun 2026
Titis Jati Permata April 15, 2026 04:49 PM

 

SURYA.co.id, KEDIRI - Pabrik Gula (PG) Ngadiredjo di Kabupaten Kediri menargetkan giling tebu hingga 11 juta kuintal pada musim giling 2026. 

Target ini jadi fokus utama Forum Temu Kemitraan (FTK) yang digelar bersama petani tebu dan mitra strategis di Gedung Pertemuan PG Ngadiredjo, Rabu (15/4/2026). 

Forum tersebut dihadiri Dinas Pertanian, mitra pupuk, perbankan, serta pengurus petani untuk memperkuat koordinasi jelang musim giling.

Dukung Target Giling

General Manager PG Ngadiredjo, Wayan Mei Purwono, menegaskan forum kemitraan menjadi agenda penting untuk memastikan kesiapan seluruh pihak dalam mendukung target giling yang telah ditetapkan.

"Forum temu kemitraan ini wajib kami laksanakan menjelang start giling 2026. Pasalnya, untuk menuju sukses giling, kerja sama semua stakeholder harus berjalan baik," kata Wayan.

Baca juga: Pasar Murah PG Ngadirejo Kediri, Jual Gula di Bawah Harga Pasar Jelang Lebaran 2026

Ia menambahkan, keberhasilan target giling tidak hanya bergantung pada pabrik, tetapi juga pada kolaborasi lintas sektor yang saling terhubung dalam satu ekosistem industri gula.

"Ini adalah ekosistem yang saling berkaitan, mulai dari pabrik, petani, Petro Kimia Gresik, hingga mitra perbankan harus berjalan baik dan lancar," tegasnya.

Rendemen 7,5 Persen

Untuk musim giling tahun ini, PG Ngadiredjo menargetkan rendemen sebesar 7,5 persen dengan total produksi gula mencapai 82.500 ton. 

Target tersebut dinilai cukup tinggi, namun optimistis dapat tercapai dengan dukungan seluruh pihak.

"Ini adalah target yang fantastis. Semoga dengan gotong royong bersama petani dan semua pihak terkait, target ini bisa tercapai," lanjutnya.

Jadwal Awal Musim Giling

Wayan juga memastikan, awal musim giling dijadwalkan dimulai pada 9 Mei 2026, sebagai langkah konkret menuju realisasi target produksi.

"Insyaallah PG Ngadiredjo akan start awal giling pada 9 Mei 2026 mendatang," terangnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat (APTR) PG Ngadiredjo, H. Mujianto, menyebut forum ini menjadi ruang dialog penting antara petani dan seluruh mitra untuk memastikan kelancaran proses dari hulu ke hilir.

"Temu kemitraan ini menjadi kesempatan untuk dialog antar petani dan semua pihak, sehingga proses tanam hingga pengiriman tebu ke pabrik berjalan dengan baik," ungkapnya.

Beragam Tantangan yang Dihadapi Petani

Mujianto juga menyoroti tantangan yang dihadapi petani, terutama meningkatnya biaya operasional seperti ongkos muat, tebang, dan angkut yang berdampak pada pendapatan petani.

Ia pun mengapresiasi dukungan dari mitra perbankan yang dinilai membantu meringankan kebutuhan pembiayaan petani dalam menghadapi musim tanam dan panen.

"Untuk giling 2026, semoga petani tebu semakin sejahtera dan PG Ngadiredjo semakin jaya," ujarnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.