TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU – Aksi penolakan relokasi warga dari kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) mulai menemukan titik terang.
Setelah tiga hari bertahan dengan mendirikan tenda di samping Kantor Gubernur Riau, perwakilan massa akhirnya dijadwalkan akan bertemu langsung dengan Menteri Kehutanan RI.
Kepastian itu muncul usai pertemuan antara massa aksi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau yang dilanjutkan melalui zoom meeting bersama Kementerian Kehutanan, pada Rabu (15/4/2026) di lantai 2 ruang melati kantor gubernur Riau.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, mengatakan pihaknya telah berhasil menjembatani komunikasi antara masyarakat dan pemerintah pusat.
Hasilnya, disepakati akan ada pertemuan langsung dengan Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, pada pekan depan.
“Alhamdulillah sudah ada titik temu. Kita sudah memfasilitasi komunikasi dengan Kementerian Kehutanan, dan direncanakan minggu depan akan dilakukan pertemuan langsung,” ujar SF Hariyanto, Rabu (15/4/2026).
Namun demikian, jadwal pasti pertemuan tersebut masih menunggu konfirmasi dari pihak kementerian.
“Kita tunggu kepastian waktunya, karena beliau (Menteri Kehutanan) juga masih ada agenda,” tambahnya.
Baca juga: Lokasi Aksi TNTN di Samping Kantor Gubernur Riau jadi Lokasi Kuliner Dadakan
Baca juga: 3.916 KK di TNTN Siap Direlokasi, Baru 227 KK Terealisasi
Koordinator massa aksi, Wandri Saputra Simbolon, menyambut baik hasil tersebut.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Riau dan Forkopimda yang telah membantu membuka jalur komunikasi dengan pemerintah pusat.
“Kami berterima kasih kepada Pemprov dan Forkopimda Riau yang sudah memfasilitasi kami. Untuk jadwal pertemuan, kami menunggu dan berharap bisa terlaksana minggu depan,” kata Wandri.
Ia juga memastikan massa aksi akan membubarkan diri dan kembali ke rumah masing-masing sambil menunggu proses lanjutan tersebut.
“Hari ini kami pulang. Kami juga memohon maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan pengguna jalan di Pekanbaru, jika aksi kami selama ini mengganggu aktivitas dan lalu lintas,” ujarnya.
Sebelumnya, ratusan massa aksi tetap bertahan di depan Kantor Gubernur Riau sejak Senin (13/4/2026). Mereka mendirikan tenda di sepanjang Jalan Cut Nyak Dien, Pekanbaru, sebagai bentuk protes terhadap rencana relokasi dari kawasan TNTN.
Meski sempat diguyur hujan, semangat massa tidak surut. Hingga hari ketiga, Rabu (15/4/2026), mereka masih bertahan dan menjalani aktivitas sehari-hari di lokasi aksi, termasuk makan dan beristirahat di tenda darurat.
Suasana pagi di lokasi aksi diwarnai dengan kebersamaan. Sebagian massa menyiapkan makanan sendiri, sementara lainnya membeli sarapan dari pedagang keliling yang turut membuka lapak di sekitar lokasi.
Di balik aksi tersebut, persoalan kebersihan turut menjadi perhatian. Selama tiga hari aksi berlangsung, sampah terlihat menumpuk di sepanjang Jalan Cut Nyak Dien, tepat di samping Kantor Gubernur Riau.
Pantauan di lapangan menunjukkan sampah plastik, sisa makanan, dan minuman berserakan di berbagai titik. Tumpukan sampah bahkan mulai menimbulkan bau tidak sedap, dengan lalat yang mulai berdatangan.
Kondisi ini diperparah dengan minimnya upaya pembersihan, baik dari massa aksi maupun pedagang yang berjualan di lokasi sejak awal aksi berlangsung.
Kini, massa aksi memilih untuk membubarkan diri sementara dan menunggu hasil pertemuan langsung dengan Menteri Kehutanan. Pertemuan tersebut diharapkan menjadi penentu arah kebijakan terkait relokasi warga di kawasan TNTN.
"Semoga ada jalan keluar terbaiknya buat kami, tolong kepada pemerintah perhatikan rakyat kecil yang sedang mencari keadilan untuk keluarga kami," kata Parlin salah seorang warga TNTN sambil berjalan membubarkan diri bersama ratusan pendemo lainnya setelah bertahan tiga hari dibawah tenda terpal di samping Kantor gubernur Riau.
(Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgiono)