SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Wajah infrastruktur Jawa Timur (Jatim) dipastikan akan mengalami transformasi besar-besaran pada tahun 2027 mendatang.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim telah memetakan lima proyek raksasa strategis, salah satunya yakni percepatan penyelesaian Jalur Pantai Selatan (Pansela) yang membentang dari Pacitan hingga Banyuwangi.
Tidak hanya itu, revolusi transportasi massal juga segera dimulai dengan rencana realisasi kereta rel listrik yang menghubungkan wilayah Sidoarjo, Gresik, hingga Mojokerto dengan dukungan pendanaan dari pemerintah Jerman, serta jalur kereta listrik lintas kampus di Surabaya yang disokong oleh pemerintah Inggris.
Plt Kepala Bappeda Jawa Timur, Mohammad Yasin menegaskan, sejumlah proyek infrastruktur direncanakan akan dibangun dengan sumber pendanaan yang beragam.
Skema tersebut mencakup pengajuan pendanaan ke pemerintah pusat, pinjaman (loan) dari luar negeri, hingga sistem gotong royong bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Pemerintah Kota (Pemkot).
Salah satu fokus utama adalah penyelesaian Jalan Pantai Selatan (Pansela).
Baca juga: Love Scamming di Mojokerto: Motor 3 Janda Raib Ditinggal Kencan, Hasilnya buat Renovasi Rumah
Saat ini, Yasin menyebutkan masih ada sejumlah segmen jalan yang belum selesai, sehingga jalur yang membentang dari Pacitan hingga Banyuwangi tersebut belum sepenuhnya tersambung.
“Pansela masuk ke deretan proyek yang kita ajukan ke pusat. Pembiayannya akan ada kerjasama antara pusat, provinsi dan juga kab kota. Nah di sana ada sejumlah sekmen yang belum selesai,” kata Yasin, Rabu (15/4/2026).
Terkait kendala di lapangan, Yasin menjelaskan langkah taktis yang diambil pemerintah.
“Untuk pembebasan lahan akan dilakukan oleh pemprov dan pemkab. Nah titik-titik yang belum terbebaskan akan kita bantu dengan sistem gotong royong,” imbuhnya.
Selanjutnya, proyek yang juga sedang diajukan ke pusat adalah penanganan banjir luapan Kali Lamong.
Sebagaimana diketahui, luapan Kali Lamong hingga kini masih menjadi sumber masalah banjir tahunan di sejumlah daerah, seperti di Kabupaten Lamongan, Kabupaten Gresik, dan Kabupaten Mojokerto.
Baca juga: Pernikahan Sesama Wanita di Malang, Intan Kembali Laporkan Rey Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik
Selain masalah banjir, Pemprov Jatim juga tengah mengupayakan percepatan infrastruktur jalan di wilayah perkotaan.
“Selanjutnya penyelesaian jalan layang Pelangi juga sedang kita usulkan ke pusat. Insya Allah kita akan dapat support dari Kementerian PU,” ujar Yasin.
Proyek lain yang telah dipastikan akan segera direalisasikan di Jawa Timur adalah angkutan massal berbasis kereta listrik.
Terdapat dua negara yang dipastikan akan memberikan dukungan loan untuk proyek transportasi tersebut.
Untuk kereta rel berbasis listrik dengan rute Gubeng, Wonokromo, hingga Sidoarjo akan dibiayai melalui loan dari pemerintah Jerman.
Baca juga: Temuan Baru Pungli Tumpak Sewu: Satu Pelaku Asal Malang Positif Narkoba, Langgar Izin BUMDes
Jalur kereta listrik ini nantinya juga akan dikembangkan agar terintegrasi ke wilayah Gresik dan Mojokerto.
“Selain itu kita juga akan kembangkan kereta listrik dengan rute ITS sampai Unesa, yang ini akan di-support dari pemerintah Inggris juga. Semoga semua bisa dikerjakan di tahun 2027,” pungkas Yasin.
Berikut rangkuman daftar lima proyek infrastruktur besar di Jawa Timur yang direncanakan untuk tahun 2027:
1. Penyelesaian Jalan Pantai Selatan (Pansela)
Menyambungkan segmen-segmen jalan yang tersisa agar jalur dari Pacitan hingga Banyuwangi tersambung sepenuhnya.
2. Penanganan Banjir Luapan Kali Lamong
Proyek pengendalian banjir tahunan yang berdampak pada wilayah Kabupaten Lamongan, Gresik, dan Mojokerto.
3. Penyelesaian Jalan Layang (Flyover) Pelangi
Proyek infrastruktur jalan ini sedang diusulkan untuk mendapatkan dukungan dari Kementerian PU.
4. Pengembangan Kereta Listrik Rute Gubeng–Sidoarjo
Proyek angkutan massal yang didanai melalui loan pemerintah Jerman, yang akan dikembangkan hingga wilayah Gresik dan Mojokerto.
5. Pembangunan Kereta Listrik Rute ITS–Unesa
Pengembangan transportasi massal berbasis listrik di Surabaya yang didukung oleh pemerintah Inggris.