TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA — Awan mendung tengah menyelimuti peta persaingan sepak bola tanah Papua.
Harapan untuk melihat keterwakilan klub asal Bumi Cendrawasih di kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim depan terancam sirna seiring merosotnya performa PSBS Biak di Super League serta stagnasi Persipura Jayapura di kasta kedua.
PSBS Biak, yang tampil mengejutkan pada musim 2024/2025, kini justru menjadi penghuni dasar klasemen Super League 2025/2026.
Hingga pekan ke-27, tim berjuluk Badai Pasifik ini baru mengoleksi 18 poin dan menjadi kandidat kuat tim pertama yang akan terdegradasi.
Krisis finansial akibat hengkangnya sponsor penting menjadi pemicu utama.
Baca juga: Peluang Persipura Terbuang di Jayapura, Lugo Gagal Eksekusi Penalti: Persela Tahan Imbang Tuan Rumah
Kondisi ini berujung pada eksodus pemain pilar hingga memaksa klub harus mengungsi ke luar Papua sebagai tim musafir.
Pelatih PSBS, Marian Mihail, mengungkapkan kendala internal telah mengganggu persiapan teknis tim secara signifikan.
"Dari rencana satu bulan persiapan yang kami susun, kami hanya efektif berlatih selama sepuluh hari. Masalah internal membuat program latihan tidak bisa berjalan sesuai rencana," ujar Mihail.


















Ia pun menuntut komitmen lebih dari para pemain di sisa musim.
"Ketika situasi sulit, pemain harus bermain dengan hati dan pengorbanan," tambahnya.
Persipura Tertahan di Championship
Kondisi tak kalah pelik dialami Persipura Jayapura di kasta kedua, Championship.
Meski telah membangun skuad ambisius dengan memulangkan penyerang legendaris Boaz Solossa dan pelatih Rahmad Darmawan, misi Mutiara Hitam untuk kembali ke kasta tertinggi menemui jalan terjal.
Hasil imbang terbaru melawan Persela Lamongan di Stadion Lukas Enembe menyebabkan Persipura terlempar dari zona promosi Grup Timur.
Saat ini, Persipura tertahan di peringkat ketiga dengan 47 poin, tertinggal satu poin dari Barito Putera di posisi kedua, dan dua poin dari pemimpin klasemen PSS Sleman.
Sesuai regulasi, hanya juara grup yang berhak promosi langsung, sementara runner-up harus melewati fase play-off.
Dengan hanya menyisakan tiga pertandingan, margin kesalahan bagi Persipura kini nyaris nol.
Baca juga: PSBS Biak Terancam Degradasi, Tuan Rumah Ditumbangkan PSIM Yogyakarta 4-2
Mereka diwajibkan menyapu bersih poin penuh saat menghadapi tim papan bawah, PSIS Semarang dan Persipal FC, guna menjaga asa naik kasta.
Dominasi Bergeser ke Barat
Jika PSBS Biak terdegradasi dan Persipura gagal promosi, sejarah kelam akan mencatat kasta tertinggi sepak bola Indonesia tanpa keterwakilan klub asal Papua.
Malut United akan menjadi klub dengan posisi geografis paling timur di kasta tertinggi.
Pergeseran kekuatan ini kian nyata seiring munculnya kandidat promosi lain seperti Adhyaksa FC yang dikabarkan tengah menjajaki kemungkinan bermarkas di Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Kini, nasib representasi sepak bola Papua berada di tangan para pemain di lapangan dalam sisa laga penentuan musim ini. (*)