Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meningkatkan kesiapsiagaan jajarannya, khususnya di bidang kesehatan dan pendidikan terhadap kejadian luar biasa (KLB) keracunan pangan yang masih menjadi tantangan kesehatan di Jakarta.
"Kesiapsiagaan tim pada saat kejadian merupakan faktor yang penting dalam sistem kewaspadaan dan respon terhadap KLB keracunan pangan," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Sri Puji Wahyuni dalam seminar daring yang dipantau di Jakarta, Rabu.
Sri mengatakan, setiap fasilitas pelayanan kesehatan diharapkan memiliki tim yang siap bergerak cepat, mampu melakukan pelaporan secara tepat waktu, lalu melaksanakan penanganan kasus sesuai dengan standar dan prosedur yang berlaku.
Hal ini dilakukan mengingat belum lama ini, terjadi keracunan makanan bergizi gratis (MBG) di sejumlah sekolah di Duren Sawit, Jakarta Timur. Sedikitnya 72 orang diduga keracunan usai mengonsumsi hidangan dari program MBG.
Menurut Sri, kejadian ini menunjukkan kesiapsiagaan, pengetahuan, kompetensi dan informasi tentang keamanan pangan, deteksi dini, investigasi epidemiologi, serta penanganan kasus secara cepat dan terkoordinasi diperlukan di jajaran Pemprov DKI Jakarta.
"MBG bukan sekadar memberi makan pada anak-anak, tetapi juga kita sedang menyiapkan dan menjaga masa depan bangsa ini. Satu kelalaian saja dalam proses penyiapan makan akan berujung di ruang perawatan atau bahkan menyebabkan kematian," kata dia.
Dia mengingatkan, rantai penyiapan pangan mulai dari pemilihan bahan segar sampai pengolahan, penyimpanan, distribusi, dan sampai ke anak-anak merupakan hal penting dan harus menjadi perhatian bersama.





