Peta Lawan Indonesia di Thomas Cup 2026: Fajar Alfian Ingatkan Bahaya Perancis, Harus Gas Sejak Awal
Hasiolan Eko P Gultom April 15, 2026 07:38 PM

Peta Lawan Indonesia di Thomas Cup 2026:Fajar Alfian Ingatkan Bahaya Perancis, Harus Gas Sejak Awal

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kapten tim Thomas Indonesia, Fajar Alfian, menilai persaingan di fase grup Thomas Cup 2026 tidak akan berjalan mudah.

Indonesia yang tergabung di Grup D harus menghadapi kekuatan Prancis, Thailand, dan Aljazair.

Fajar Alfian, menegaskan bahwa seluruh lawan memiliki potensi yang tidak bisa dianggap remeh.

Baca juga: Fajar Alfian dan Putri KW Ditunjuk Jadi Kapten Tim Indonesia di Thomas dan Uber Cup 2026

Menurut Fajar, Prancis menjadi salah satu lawan yang patut diwaspadai.  

Keberhasilan tim putra Prancis yang baru saja menjuarai Kejuaraan Beregu Eropa pada Februari 2026 bakal jadi tantangan, serta kekuatan pemain tunggal mereka yang solid.

“Di grup pasti tidak ada yang mudah. Prancis kemarin juara di Eropa, mereka punya pemain tunggal yang bagus dan bisa tampil rangkap juga,” ujar Fajar di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Selain itu, Thailand juga dinilai sebagai ancaman serius. 

Negara tersebut memiliki andalan di sektor tunggal putra, Kunlavut Vitidsarn, yang saat ini menempati peringkat satu dunia.

“Thailand juga punya tunggal nomor satu dunia, jadi kita harus benar-benar siap. Dari awal kita harus bisa menyesuaikan diri dan terus menjaga semangat,” terangnya.

Meski menghadapi lawan berat, Fajar tetap optimistis dengan peluang tim Indonesia.

Ia berharap pengalaman tim Indonesia yang tercatat dua kali runner-up di dua edisi sebelumnya dan juara di 2021 bisa menjadi motivasi tambahan.

“Semoga kita bisa konsisten terus melaju ke final. Pengalaman juara Thomas Cup 2021 juga semoga bisa jadi dorongan agar tahun ini piala itu bisa kembali ke Indonesia,” tegas Fajar,.

Lebih lanjut, Fajar juga menyoroti komposisi tim Indonesia yang memadukan pemain senior dan junior.

Ia menilai kombinasi tersebut dapat menjadi kekuatan tersendiri dalam membangun kekompakan tim.

“Sekarang ada perpaduan senior dan pemain muda. Semoga pengalaman dari senior dan semangat dari junior bisa membuat tim semakin solid,” pungkasnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.