TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri memastikan ketersediaan bahan pokok dan barang penting (bapokting) tetap aman pasca Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Kepastian ini disampaikan usai dilakukan monitoring dan evaluasi di sejumlah titik distribusi, Selasa (14/4/2026).
Kegiatan tersebut diawali dengan rapat koordinasi di ruang rapat Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Kediri yang dilanjutkan dengan monitoring langsung ke lapangan.
Rakor dan monev ini melibatkan berbagai instansi terkait, di antaranya Kejaksaan Negeri, Disdagin, Bagian Perekonomian, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP), Bulog serta Pertamina.
Baca juga: Arah Pembangunan Kota Kediri Selaras Pemprov Jatim 2027, Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci
Kepala Disdagin Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih melalui Analis Perdagangan Ahli Muda Disdagin Choirunnikmah menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan bapokting tetap terjaga baik dari sisi kuantitas maupun kualitas.
"Kegiatan ini untuk memastikan ketersediaan bapokting, baik dari sisi jumlah maupun kualitasnya, khususnya beras, minyak goreng, BBM dan LPG 3 kilogram," katanya,
Dalam pelaksanaannya, tim gabungan melakukan kunjungan ke sejumlah titik strategis yang menjadi jalur distribusi utama kebutuhan masyarakat.
Lokasi yang dikunjungi meliputi distributor minyak goreng Minyak Kita, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE), hingga agen dan pangkalan LPG 3 kilogram.
Dari hasil pemantauan di lapangan, secara umum ketersediaan bapokting di Kabupaten Kediri masih dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat pasca Lebaran.
Selain memastikan ketersediaan, tim juga melakukan pengecekan terhadap distribusi barang agar tetap berjalan lancar serta tidak terjadi kendala yang dapat memicu kelangkaan di pasaran.
"Masih aman stoknya," imbuh wanita yang akrab disapa Hanik.
Baca juga: Puluhan Pelanggar Terjaring Operasi Gabungan di Terminal Pare Kediri, KIR Kendaraan Bermasalah
Pemerintah Kabupaten Kediri juga menaruh perhatian khusus terhadap komoditas strategis beras dan minyak goreng yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.
Di sisi lain, pengawasan terhadap distribusi BBM dan LPG 3 kilogram juga diperketat untuk memastikan tidak terjadi penyimpangan maupun penimbunan.
Hanik menegaskan bahwa monitoring ini akan terus dilakukan secara berkala guna menjaga stabilitas pasokan dan harga di tingkat masyarakat.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena stok bahan pokok dipastikan aman.
"Diharapkan stabilitas ketersediaan bapokting di Kabupaten Kediri dapat terus terjaga, sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dengan baik pasca perayaan Idul Fitri," tandas Hanik.
(Isya Anshori/TribunMataraman.com)