TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Buku autografi Brigjen TNI ( Purn) H Saleh Djasit SH yang berjudul Jalan Hidup Anak Pujud mendapat apresiasi luar biasa dari berbagai pihak.
Peluncuran buku yang digelar di di Balairung Lembaga Adat Melayu Riau ( LAMR ) Jalan Diponegoro, Pekanbaru, Rabu (15/4/2026) pun tampak antusias dan khidmat.
Sejumlah Gubernur pada masanya, seperti HR Mambang Mit yang pernah menjabat Plt Gubenur Riau 2013, Andi Rahman yang menjabat 2016, Syamsuar yang menjabat 2019 serta pejabat lain di Provisi Riau dan pemuka masyarakat Riau.
Baca juga: 25 Contoh Autobiografi Singkat, 55 Autobiografi Terkenal, Pengertian dan Cara Membuat Autobiografi
Saleh Djasit yang pernah menjabat Gubernur Riau pada 1998 hingga 2023, berharap buku yang merupakan perjalanan hidupnya itu akan menjadi bagian dari perkembangan Riau dan pembelajaran serta motivasi bagi masyarakat Riau.
"Buku ini sudah ditulis sejak tahun 2008 dan baru selesai tahun 2026 ini. Mudah-mudahan bermanfaat bagi semua," ungkap Saleh Djasit pada pengantarnya.
Dikatakanya, perjalanan dirinya dari desa terpencil pernah dengan dengan kerja keras.
Sampai kemudian menurutnya, Tuhan membukakan jalan hingga ia bisa meraih apa yang jadi harapannya.
"Ini suatu sukses yang menandai anak desa. Mudah-mudahan berguna bagi anak cucu dan masyarakat dengan apa yang sudah saya lakukan," ujarnya.
Pemerintah Provinsi Riau memberikan apresiasi terkait dengan terbitnya buku Kisah Hidup Anak Pujud.
Pelaksana Tugas Gubernur Riauz SF Hariyanto melalui Sekdaprov Syahrial Abdi mengatakan sosok Saleh Djasit tidak hanya seorang pemimpin.
Namun lebih jauh adalah seorang leader yang mengayomi.
Kepemimpinan Saleh Djasit pada masanya penuh dengan kerja keras dan ujian.
Pasalnya, saat itu tahun 1998 Indonesia digoncang oleh kondisi yang butuh perubahan.
Saat itu pula Saleh Djasit menujukkan kemampuannya sebagai seorang pemimpin.
"Sosok Saleh Djasit membangun tonggak yang kuat bagi Provisi Riau. Termasuk membangun pondasi kebudayaan Melayu di Bumi Lancang Kunin lewat visi Riau 2020," ungkap Syahrial.
Ditambahkan Syahrial, tiga hal yang bisa dilihat dari sosok Saleh Djasit yakni ketegasan memimpin, kemampuan membangun serta konsisten dalam pengabdian.
Peluncuran buku ini dilakukan dengan sejumlah tradisi Melayu.
Mulai dengan arak-arakan dan dilanjutkan dengan prosesi tepuk tepung tawar buku.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR Datuk Seri Taufik Ikram Jamil bersama Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Datuk Seri HR Marjohan Yusuf menyambut baik sekaligus mengapresiasi peluncuran karya tersebut.
Selain seremoni peluncuran, acara juga diisi dengan diskusi buku yang menghadirkan empat orang pembicara yaitu Prof Dr HM Nazir Karim MA, Prof Dr Junaidi SS MHum, Dr Saidul Amin MA, dan Prof Dr Irwan Efendi MSc.
Diskusi tersebut dipandu oleh moderator Prof Dr Firdaus MH.
Brigjen TNI (Purn) H Saleh Djasit SH merupakan putra daerah Riau yang lahir dan tumbuh besar di tanah Melayu.
Perjalanannya bermula dari sebuah kampung kecil di Pujud lalu meniti karier di dunia militer hingga menjabat sebagai Bupati Kampar selama dua periode, Gubernur Riau, serta anggota DPR/MPR RI dua periode.
Sebelum menjabat sebagai Bupati Kampar, Saleh Djasit pernah bertugas sebagai Wakil Kepala Oditurat Militer (Waka Otmil) di Makassar.
Pengalaman tersebut menjadi momen pertamanya bertugas sebagai oditur atau jaksa tentara, sekaligus menjadi bagian dari rekam jejaknya di bidang yudikatif.
Tidak banyak anak Melayu yang memiliki pengalaman seperti yang ia alami.
Ketika ada pengalaman manis sekaligus pahitnya kehidupan.
Ia kemudian mencoba mulai menulis sejak tahun 2008 secara berangsur-angsur hingga akhirnya terbitlah buku setebal 477 halaman.
Riwayat Hidup Saleh Djasit
Saleh Djasit ( lahir 13 November 1943).
Ia pernah menjadi Anggota DPR RI Fraksi Golkar periode 2004—2008.
Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Gubernur Riau periode 1998—2003 dan Bupati Kampar dua periode yakni 1986—1991 dan 1991—1996.
Riwayat pendidikan :
Sekolah Rakyat (1959)
SMP (1962)
SMA (1965)
Secapa (1967)
Combet Intel (1970)
AHM (1979)
Suslapakum (1983)
Suspa Banhatkum (1983)
Sus Ormil (1984)
PTHM (1984)
Sus Kim Mil (1985)
Tar P4 Tingkat Nasional (1989)
Tarpadas (1991)
Sespanas (1994)
Tar P4 Untuk Eselon II (1996)
Riwayat pekerjaan :
( Tribun Pekanbaru / Budi Rahmat )