SURYA.CO.ID, BLITAR - Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Blitar Raya (Jatim VIII) mengajak masyarakat untuk mengonsumsi telur melalui gerakan makan telur.
Ajakan tersebut, dilakukan secara simbolis dalam acara halalbihalal dan pelantikan pengurus PDHI Cabang Blitar Raya periode 2025–2029 di Hotel Santika, Kota Blitar, Jawa Timur (Jatim), Rabu (15/5/2026).
Dalam kegiatan itu, Wakil Bupati Blitar, Beky Herdihansah bersama pengurus PDHI dan tamu undangan turut makan telur ayam secara bersama-sama.
Ketua PDHI Cabang Blitar Raya (Jatim VIII), Riris Dian We Wahyu, mengatakan pihaknya berkomitmen bersinergi dengan para peternak, khususnya peternak unggas, untuk mendukung program peningkatan gizi nasional.
"Dokter hewan perunggasan di Blitar ada 60-70 persen. Nanti, diharapakan peran aktifnya untuk mencegah, tidak hanya mengobati penyakit di sektor peternakan unggas," katanya.
PDHI juga melakukan kolaborasi dan pendampingan kepada peternak, guna meningkatkan produksi telur di Blitar Raya.
"Blitar menjadi salah dari produsen telur nasional. Lewat gerakan makan telur ini, kami ingin ikut mendorong peningkatan produksi telur di Blitar," tutur Riris.
Riris menegaskan, bahwa pencegahan penyakit menjadi kunci dalam meningkatkan produksi peternakan unggas.
"Terutama penggunaan antibiotik di peternakan unggas kami perketat, harapannya residu dari pengggunaan antibiotik ini kasusnya bisa menurun," ujarnya.
PDHI juga memberikan pendampingan kepada peternak agar kualitas produksi telur semakin baik.
Wakil Bupati Blitar, Beky Herdihansah, menyatakan kolaborasi antara pemerintah daerah dan tenaga kesehatan hewan selama ini berjalan baik.
"Sinerginya yang selama ini sudah berjalan ,misalnya kami kerja sama dalam penanggulangan penyakit zoonosis. Intinya sinergi ini untuk meningkatkan produksi para peternak," katanya.
Menurut Wabup, sektor peternakan di Kabupaten Blitar memiliki potensi besar, sehingga perlu didukung sinergi dengan dokter hewan.
Peran PDHI dinilai penting karena sektor peternakan unggas rentan terhadap penyakit, sehingga diperlukan penanganan baik melalui pencegahan maupun pengobatan, termasuk vaksinasi.
"Kami berharap sinergi dan kolaborasi ini dapat meningkatkan kesejahteraan para peternak dan masyarakat di Blitar," ujarnya.