Fasilitas Umum di Manado Sulut Dicoret Oknum Tak Bertanggung Jawab
Indry Panigoro April 16, 2026 04:22 AM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sejumlah fasilitas umum di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut) dirusak oleh aksi vandalisme berupa coretan oleh pihak tak bertanggung jawab.

Vandalisme adalah tindakan merusak, mencoret-coret, atau menghancurkan properti publik maupun pribadi secara sengaja tanpa izin.

Perbuatan ini sering kali berupa corat-coret (grafiti liar), pengotoran, atau perusakan fasilitas umum. Vandalisme dianggap sebagai perilaku agresif yang melanggar norma sosial dan merugikan secara materiil.

Beberapa fasilitas publik yang sebelumnya terlihat rapi kini mengalami penurunan kualitas secara visual akibat dicoret-coret.

Salah satu lokasi terbaru adalah toilet di Lapangan Sparta Tikala, Manado.

Berdasarkan pantauan tim TribunManado.co.id pada Rabu (15/4/2026), seluruh bagian dinding toilet dipenuhi coretan, mulai dari sisi luar, samping, hingga bagian dalam.

Coretan tersebut berukuran besar dan menggunakan tinta berwarna hitam serta biru, dengan makna yang tidak jelas.

Di salah satu bagian dinding bahkan tertulis “Mr X”.

Kondisi ini membuat toilet terlihat semakin kotor dan tidak terawat.

Sebelumnya, aksi serupa juga terjadi di Taman Berkat.

Bahkan, beberapa waktu lalu coretan vandalisme sempat muncul di jembatan kuning di Jalan Pierre Tendean.

Namun kini sudah dibersihkan dengan ditutup cat berwarna biru dan kuning.

Aksi vandalisme juga ditemukan di kawasan Taman Berkat atau Godbless Park yang berada di Jalan Pierre Tendean, Kecamatan Sario.

Kawasan wisata religi tersebut tampak kurang terawat akibat coretan di berbagai bagian.

Menanggapi hal ini, Pemerintah Kota Manado melalui Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Pontowuisang, mengaku terkejut dengan kondisi tersebut.

Ia menyampaikan bahwa pihaknya akan segera melakukan pengecekan di lapangan.

“Terima kasih atas informasinya, kami akan cek langsung,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (15/4/2026).

Menurutnya, pengelolaan taman tersebut kini menjadi tanggung jawab DLH, setelah sebelumnya berada di bawah beberapa dinas berbeda.

Ia juga menilai bahwa coretan bisa menjadi bentuk ekspresi kreativitas, selama dilakukan di tempat yang tepat. Namun, aksi vandalisme di Taman Berkat dinilai tidak pantas karena merusak keindahan.

Pihaknya pun berjanji akan membersihkan coretan tersebut guna mengembalikan kondisi taman seperti semula.

Dari pantauan langsung pada Senin (13/4/2026), kerusakan terlihat jelas di gedung utama kawasan taman.

Banyak dinding bangunan dipenuhi coretan mencolok dengan berbagai warna seperti hitam, biru, dan merah. Tulisan-tulisan yang tidak jelas terlihat hampir di seluruh bagian, baik di dalam maupun di luar bangunan.

Selain itu, lantai gedung tampak kotor dengan banyak noda. Beberapa bagian bahkan terlihat basah dan menghitam akibat genangan air.

Pilar-pilar bangunan juga tidak luput dari aksi vandalisme tersebut.

Pengunjung yang datang pun terlihat hanya sedikit.

Salah satu pengunjung, Rian, mengaku prihatin dengan kondisi tersebut.

Ia menyayangkan kerusakan yang terjadi, mengingat tempat tersebut merupakan lokasi yang bagus sekaligus destinasi wisata religi.

“Sayang sekali, tempat ini bagus tapi sekarang banyak coretan dan kotor, apalagi ini juga tempat wisata religi,” ujarnya. (Tim)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.