SERAMBINEWS.COM.COM - Dalam kehidupan ini cobaan dan ujian datang silih berganti. Ada senang dan sebaliknya adapula rasa sedih.
Untuk menghilangkan kegelisahan dan juga kesedihan dihadapi dari masalah hidup sebaiknya memperbanyak mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Memanjatkan doa dan berserahdiri kepadaNya. Hal ini bertujuan untuk meringankan beban dan mencarikan solusi atas masalah dihadapi.
Berikut ini diulas sejumlah bacaan doa yang bisa membuat hati tentram dan pikiran tenang.
Doa ini terinspirasi dari firman Allah dalam Al-Qur’an: “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” (QS. Ar-Ra’d: 28).
Selain doa, hati juga bisa lebih tenang dengan memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur’an, atau sekadar menarik napas dalam dan meluangkan waktu untuk refleksi diri.
Hati yang gelisah dan sedih sering kali datang tanpa diduga, membuat pikiran terasa penuh dan langkah menjadi berat.
Kementerian Agama menjelaskan bahwa berbuat baik dapat menghapus segala keburukan.
Rasulullah SAW bersabda: Dari Abu Dzar Al Ghifari radhiallahu’anhu, ‘Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, bertaqwalah kepada Allah dimanapun engkau berada, dan hendaknya setelah melakukan kejelekan engkau melakukan kebaikan yang dapat menghapusnya. Serta bergaulah dengan orang lain dengan akhlak yang baik. (HR. Ahmad 21354, dan Tirmidzi 1987)
Ketika menghadapi kesedihan, Muslim sebaiknya bersabar dan menyerahkan urusannya kepada Allah SWT.
Dalam Al-Quran disebutkan kisah orang-orang Muslim yang mendapat ancaman perang dan memohon perlindungan kepada Allah SWT.
“(dan merekalah) orang-orang (yang ketika) sekelompok orang mengatakan pada mereka, ‘sesungguhnya (para musuh) telah berkumpul untuk (menyerang) kalian maka takutlah pada mereka’ maka justru keimanan mereka bertambah dan mereka (orang-orang beriman itu) mengucapkan ‘hasbunallah wa ni’mal wakiil’ (cukuplah Allah sebaik-baik tempat berserah). Maka mereka (orang-orang beriman itu) kembali dengan kenikmatan dari Allah dan banyak keutamaan, mereka juga tidak disentuh dengan keburukan, mereka juga mengikuti keridhaan Allah, dan Allah-lah Yang Maha Memiliki Kemuliaan Yang Agung” (QS. Ali Imran: 173-174).
Mengutip laman Kementerian Agama dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), berikut doa yang dapat dibaca ketika sedih.
Doa Penenang Hati dan Penghapus Kesedihan
اللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُو فَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ وَأَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنتَ
Allāhumma raḥmataka arjū, falā takilnī ilā nafsī ṭarfata ‘ainin, wa aṣliḥ lī sya’nī kullah, lā ilāha illā anta.
Artinya: "Ya Allah, aku berharap rahmat-Mu. Jangan Engkau serahkan aku kepada diriku walau sekejap mata. Perbaikilah seluruh urusanku. Tiada Tuhan selain Engkau." (HR. Abu Dawud)
Doa Ketika Sedih dan Kecewa
اللَّهُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ، ابْنُ عَبْدِكَ، ابْنُ أَمَتِكَ، نَاصِيَتِي بِيَدِكَ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي كِتَابِكَ، أَوْ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ، أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قَلْبِي، وَنُورَ صَدْرِي، وَجَلَاءَ حُزْنِي، وَذَهَابَ هَمِّي
Allahumma inni ‘abduka, ibn ‘abdika, ibn amatika, nasiyati biyadika, maadhin fiyya hukmuka, ‘adlun fiyya qadhaauka. As’aluka bikulli ismin huwa laka, sammayta bihi nafsaka, aw anzaltahu fi kitaabika, aw ‘allamtahu ahadan min khalqika, aw ista’tsarta bihi fi ‘ilmi al-ghaibi ‘indaka, an taj‘ala al-Qur’aana rabii‘a qalbi, wa nura shadri, wa jalaa’a huzni, wa dzahaaba hammi.
Artinya: “Ya Allah, aku adalah hamba-Mu, anak hamba-Mu laki-laki, anak hamba-Mu perempuan. Ubun-ubunku ada dalam genggaman-Mu, keputusan-Mu berlaku padaku, takdir-Mu adil padaku. Aku memohon kepada-Mu dengan setiap nama yang Engkau miliki, yang Engkau namakan untuk diri-Mu, atau Engkau turunkan dalam kitab-Mu, atau Engkau ajarkan kepada salah seorang makhluk-Mu, atau Engkau simpan dalam ilmu ghaib di sisi-Mu. Jadikanlah Al-Qur’an sebagai penyejuk hatiku, cahaya dadaku, penghapus kesedihanku, dan pelenyap kegelisahanku.” (HR. Ahmad, Ibn Hibban, dishahihkan Al-Albani)
Doa Ketika Hati Gelisah
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الهَمِّ وَالحَزَنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ العَجْزِ وَالكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الجُبْنِ وَالبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِن غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ
Allahumma inni a’udzu bika minal-hammi wal-hazan, wa a’udzu bika minal-‘ajzi wal-kasal, wa a’udzu bika minal-jubni wal-bukhl, wa a’udzu bika min ghalabatid-dayni wa qahrir-rijaal.
Artinya:
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa gelisah dan sedih, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat pengecut dan kikir, serta dari lilitan utang dan tekanan orang lain.” (HR. Bukhari & Muslim)
Doa agar Sabar dan Ikhlas
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ نَفْسًا بِكَ مُطْمَئِنَّةً، تُؤْمِنُ بِلِقَائِكَ، وَتَرْضَى بِقَضَائِكَ، وَتَقْنَعُ بِعَطَائِكَ
Allahumma inni as’aluka nafsan bika mutma’innah, tu’minu biliqa’ika, wa tardha biqadha’ika, wa taqna’u bi ‘atha’ika.
Artinya: "Ya Allah, aku memohon kepada-Mu jiwa yang selalu tenang, yang beriman dengan pertemuan dengan-Mu, yang ridha dengan ketentuan-Mu, dan yang merasa cukup dengan pemberian-Mu."
Doa agar Bisa Mengendalikan Emosi
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذَنْبِي وَاذْهِبْ غَيْظَ قَلْبِي وَأَجِرْنِي مِنَ الشَّيْطَانِ
Allahumma ghfir li dzambi wa dzhib ghoidho qalbi wa ajirni minasy syaithon.
Artinya: "Ya Allah, ampunilah dosaku, hilangkanlah amarah dari hatiku, dan lindungilah aku dari godaan setan."
Amalan untuk Menenangkan Hati yang Sedih
Dalam kitab Nashaihul ‘Ibad, Syaikh Nawawi Al-Bantani menjelaskan beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menenangkan hati yang sedang diliputi kesedihan.
1. Memperbanyak zikir
Zikir menjadi salah satu amalan yang mampu menghadirkan ketenangan dalam hati.
Seseorang bebas memilih bacaan zikir yang ingin diamalkan, seperti Subḥânallâh, Alḥamdulillâh, Lâ ilâha illallâh, Allâhu Akbar, Lâ ḥaula wa lâ quwwata illâ billâh, Astaghfirullâhal-‘Azhîm, serta shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
2. Bergaul dengan orang saleh atau ulama
Saat hati merasa gelisah atau sedih, dianjurkan untuk bertemu dengan orang-orang saleh.
Melalui nasihat dan bimbingan mereka, seseorang dapat memperoleh ketenangan serta arah yang lebih baik dalam menghadapi masalah.
3. Merenungi nasihat para ahli hikmah
Menyimak dan meresapi perkataan ulama yang bijaksana juga dapat menjadi penawar kesedihan.
Para ahli hikmah memiliki pemahaman mendalam tentang kondisi hati manusia, sehingga nasihat mereka mampu menenangkan dan menguatkan jiwa.