BNPP RI Dorong Warisan Budaya Tenun Ikat Jadi Identitas Ekonomi di Perbatasan Negara
Facundo Chrysnha Pradipha April 16, 2026 06:32 AM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI memperkuat kesejahteraan masyarakat di pinggiran perbatasan negara, satu diantaranya dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan pengrajin tenun ikat, di kawasan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 14 - 15 April 2026. 

Upaya ini dimaksudkan untuk mendorong kemandirian ekonomi warga perbatasan agar mampu menghasilkan produk yang punya nilai tambah.

Asisten Deputi Potensi Kawasan Perbatasan Darat (PKPD) BNPP RI, Brigjen TNI Topri Daeng Balaw menerangkan, bahwa pelatihan ini adalah implementasi mandat Presiden Prabowo Subianto yang tertuang dalam Asta Cita ke-6, yakni membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi serta pemberantasan kemiskinan.

"Kami menyelenggarakan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan perbatasan. Harapannya, kemampuan mereka meningkat sehingga memiliki keahlian yang lebih unggul dan produknya semakin bernilai," kata Brigjen TNI Topri, Rabu (15/4/2026).

Ia menerangkan, lewat penguatan sektor tenun ikat, BNPP RI mendorong perajin lebih kreatif, meningkatkan kualitas kain, dan mengolahnya menjadi produk turunan seperti tas, dompet, atau pakaian.

“Pelatihan dua hari ini tidak berhenti di sini. BNPP RI akan mendorong pendampingan berkelanjutan hingga aspek pemasaran, agar produk benar-benar siap bersaing dan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan masyarakat perbatasan,” tutur dia.

Kepala PLBN Motaain, Maria Fatima Rika, menegaskan bahwa peran pos lintas batas tidak hanya sebagai simpul layanan penyeberangan, tetapi juga penggerak ekonomi lokal.

Pasalnya kata dia, PLBN merupakan beranda depan negara karena bersinggungan langsung dengan negara tetangga. Sehingga kondisi masyarakat sekitar perbatasan merupakan cermin dari bagaimana negara tetangga melihat Indonesia.

“PLBN adalah beranda depan negara. Sesuai arahan BNPP RI, keberadaannya harus memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar,” kata Maria.

Dirinya pun berharap penguatan SDM ini mampu mengangkat kerajinan tenun ikat bukan hanya sebagai warisan budaya, tapi juga komoditas bisnis yang berkembang menembus pasar Timor Leste.

“Dengan SDM yang unggul, Tenun Ikat Belu diharapkan mampu menembus pasar perbatasan hingga Timor Leste,” ujarnya.

Baca juga: Menuju Indonesia Emas HIPMI Siapkan 10.000 Pengusaha Baru, Dorong Ekonomi RI Tembus 8 Persen

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.