TRIBUNNEWS.COM - Spanyol langsung kehilangan dua wakil di babak perempat final ketika Real Madrid dan Barcelona sama-sama tak bisa bangkit dari ketertinggalan.
Keadaan Barca dan El Real menyongsong leg kedua babak perempat final memang identik.
Mereka sama-sama tertinggal secara skor dari lawan masing-masing.
Barcelona kala itu tertinggal dari Atletico Madrid dengan skor 0-2 saat bertindak sebagai tuan rumah di leg pertama.
Sedangkan Real Madrid tertinggal 1-2 dari Bayern Munchen yang datang berkunjung ke Bernabeu untuk menjalani leg pertama.
Hasil leg kedua ternyata tak banyak membantu.
Baca juga: Real Madrid Tersingkir dari Liga Champions, Puasa Gelar Los Blancos Semakin Nyata
Real Madrid dan Barcelona kalah secara agregat dan tak berhak lolos ke semifinal.
El Real kalah agregat 6-4 atas Bayern Munchen, sementara Barcelona kalah 3-2 dari Atletico Madrid.
Namun pihak kedua tim Spanyol ini tak hanya menyayangkan soal hasil tak maksimal yang didapatkan.
Mereka juga sama-sama meratap soal perlakuan tak adil yang mereka rasakan.
Barcelona dan Real Madrid sama-sama menganggap kepemimpinan wasit di pertandingan mereka sama-sama tak adil.
El Barca bahkan mengaku mengalami dua kali kezaliman dari sang wasit.
Saat leg pertama, Barca sempat melakukan protes ke UEFA terkait insiden handsball yang dilakukan salah seorang pemain Atletico Madrid.
Namun pihak UEFA menjawab gugatan Barca itu tak berdasar dan tak bisa diproses lebih lanjut.
Saat menjalani laga leg kedua pun Barca juga menganggap diri mereka dirugikan keputusan wasit.
Presiden Barca, Joan Laporta, menyoroti keputusan wasit lapangan dan VAR yang tak menimbang situasi dengan adil.
"Wasit yang bertugas di laga kemarin (leg kedua melawan Atletico Madrid), baik wasit lapangan atau pun VAR, benar-benar tak bisa diterima," kata Laporta dikutip dari Football Espana.
"Apa yang mereka lakukan kepada kami benar-benar tidak bisa ditoleransi. Di leg pertama, mereka tak memberikan kami penalti dan memberikan kartu merah kepada pemain kami."
"Keputusan mereka kali ini juga benar-benar menyakitkan kami. Wasit sebenarnya memberikan kartu kuning kepada Eric, tetapi wasit VAR memberikan masukan lainnya kepada rekannya."
"Pelanggaran kepada Olmo harusnya penalti, dan pelanggaran kepada Fermin harusnya langsung dihukum, tetapi wasit tak memberikan kartu apapun," sambungnya.
Barcelona kabarnya akan kembali mengajukan keluhan resmi kepada UEFA terkait kepemimpinan wasit di laga leg kedua.
Keluhan Real Madrid
Sementara itu dari kubu Real Madrid, hal yang kurang lebih sama terjadi dari wakil ibu kota Spanyol.
Real Madrid tak puas dengan kepemimpinan wasit di leg kedua melawan Bayern Munchen.
Pada laga ini, Real Madrid mendapatkan hukuman kartu merah kepada pemainnya, Eduardo Camavinga di akhir-akhir babak kedua.
Selain itu, ada juga Arda Guler yang mendapatkan kartu merah lantaran melakukan protes keras kepada wasit selepas laga.
Setelah Camavinga mendapatkan kartu merah itu, Bayern Munchen langsung bisa mencetak dua gol yang mengubah agregat skor menjadi 6-4 bagi The Bavarians.
Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, tak puas dengan kartu merah yang didapatkan anak asuhnya di laga ini.
"Saya rasa lebih buruk lagi dia tidak tahu kalau Camavinga sudah mendapat kartu kuning, karena itu kesalahan ganda," kata Arbeloa dikutip dari Managing Madrid.
"Semua kerja keras dan usaha menjadi sia-sia karena keputusan seperti yang dibuat wasit."
"Tidak ada yang mengerti mengapa seorang pemain diusir karena permainan seperti itu," sambungnya.
Meski demikian, tak ada hal lain yang bisa dilakukan kubu Real Madrid dan Barcelona.
Kedua tim besar Spanyol ini tetap gagal lolos ke semifinal Liga Champions dan harus puas hanya menjadi penonton saja.
(Tribunnews.com/Guruh)