UKSW Resmikan Center of Excellence CSR-CMR, Dorong Pemahaman Mendalam Relasi Kristen-Muslim
abduh imanulhaq April 16, 2026 03:11 PM

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menggelar Seminar Internasional dan Inaugurasi Center of Excellence – Center for the Study of Religion and Christian-Muslim Relations (CSR-CMR) yang dirangkai bersama Inspire (International Symposium on Peace, Integrity, and Responsiveness of Ecotheology) 2026, pada Kamis (16/4/2026).

Kegiatan ini akan berlangsung mulai pukul 09.00 di Kampus UKSW Jalan Diponegoro, Ruang F114.

Sumanto Al Qurtuby PhD, Kepala CSR-CMR dalam Media Gathering beberapa waktu lalu menyampaikan CSR-CMR bukan sekadar pusat studi. 

CSR CMR disebut sebagai Center of Excellence, karena jika pusat studi umumnya berfokus pada riset, maka Center of Excellence melampaui hal itu.

CSR-CMR dirancang untuk menghadirkan program-program akademik lain, termasuk kemungkinan menawarkan degree, diploma, hingga program master dan doktor di bidang relasi Kristen-Muslim di masa mendatang.

Nama Christian-Muslim Relations dipilih berdasarkan sejumlah pertimbangan penting.

Pertama, Kristen dan Muslim merupakan dua kelompok agama terbesar di dunia.

Dalam konteks UKSW, Salatiga, dan Indonesia, kedua kelompok ini juga sangat signifikan.

Karena itu, membangun relasi antara keduanya menjadi kebutuhan yang relevan dan strategis.

20260416_ukswsalatiga999977
Suasana Media gathering yang diadakan UKSW di Grha Nusantara, Kamis (942026).

“UKSW memang berbasis Kristen, namun memiliki populasi Muslim yang cukup besar. Berdasarkan sejumlah data, lebih dari 30 persen mahasiswa UKSW adalah Muslim. Hal ini menjadi alasan kuat mengapa relasi Kristen-Muslim perlu dikembangkan secara akademik dan berkelanjutan,” terangnya.

Lebih lanjut disampaikannya, selama ini, interaksi antar agama telah banyak terjadi.

Namun sering kali belum disertai pemahaman mendalam mengenai kekristenan, keislaman, maupun relasi antar agama itu sendiri.

CSR-CMR hadir dengan pendekatan yang melampaui toleransi.

“Toleransi memang penting, namun tidak cukup. Dibutuhkan tingkat pemahaman yang lebih tinggi, yaitu deep pluralist religion, yang menekankan proses saling memahami keyakinan dan nilai-nilai satu sama lain secara lebih mendalam,” tegasnya.

CSR-CMR diharapkan dapat menjadi ruang pembelajaran bersama untuk membangun relasi yang lebih kuat, tidak hanya bagi UKSW, tetapi juga bagi Salatiga, Jawa Tengah, Indonesia, hingga komunitas global.

Seminar internasional ini akan menghadirkan para tokoh dan akademisi dalam negeri dan luar negeri, sekaligus menjadi momentum inaugurasi CSR-CMR.

Pembicara yang akan hadir adalah Richard McCallum (Director Oxford Center for Muslim-Christian Studies), Willi Toisuta (Chairman of the Advisory Board CSR CMR), Fatimah Husein (Professor State Islamic University of Sunan Kalijaga), dan Samsul Ma’arif (Head Indonesian Consortium for Religious Studies)

Kegiatan ini berlangsung atas kerja sama UKSW dengan Pusat Kerukunan Umat Beragama, Sekretariat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia.

Inaugurasi CSR-CMR menjadi wujud komitmen UKSW dalam mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGS) khususnya ke-16 yaitu Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, dan SDGs ke-17 yaitu kemitraan mencapai tujuan.

Selain itu, progran ini juga sesuai dengan ASTA CITA Presiden ke-4 yaitu Memperkuat harmoni sosial dan toleransi antar umat beragama serta memperkokoh kebhinekaan.

Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak 1956 dengan 15 fakultas dan 64 program studi di jenjang D3 hingga S3 dengan 37 prodi terakreditasi Unggul dan A.

Terletak di Salatiga, UKSW dikenal dengan julukan Kampus Indonesia Mini, mencerminkan keragaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah.

Selain itu, UKSW juga dikenal sebagai “Creative Minority” yang berperan sebagai agen perubahan dan inspirasi bagi masyarakat. Salam Satu Hati UKSW!(***)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.