TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR — Setelah lama menjadi bahan spekulasi, Sheila On 7 akhirnya dipastikan tampil di Poliponi Bali yang akan digelar pada 4 Juli 2026 mendatang di Bali United Training Center (BUTC), Gianyar, Bali.
Kehadiran ini menjawab penantian panjang para penggemar, sekaligus menegaskan pendekatan Letralive dalam menghadirkan “konser yang baik dan benar” melalui kurasi, kualitas produksi, dan pengalaman pertunjukan yang dirancang serius.
Mengusung tagline “Si Paling Konser”, Poliponi Bali hadir sebagai pagelaran musik yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman konser yang tidak hanya kuat dari sisi line-up, tetapi juga matang dalam kualitas produksi, tertata dalam pengelolaan, dan nyaman dinikmati audiens dari awal hingga akhir acara.
Sebagai intellectual property perdana dari Letralive, Poliponi menjadi wujud awal dari visi perusahaan dalam menghadirkan konser yang diselenggarakan secara baik dan benar.
Baca juga: GANGGU Tetangga, Hidupkan Musik Keras Hingga Dini Hari, Polisi Sambangi Rumah Warga di Klungkung!
Baca juga: ASTAGA! Pekerja Tersengat Listrik Saat Pasang Reklame di Ubud, Alami Luka Bakar 65 Persen
Letralive sendiri merupakan kolaborasi strategis antara Thunder Production dan Sky Entertainment yang menggabungkan dua kekuatan penting dalam industri live event: excellence in production dan excellence in hospitality.
“Poliponi adalah langkah awal kami untuk menghadirkan konser yang tidak hanya kuat dari sisi line-up, tetapi juga matang dalam kualitas eksekusi, tertata dalam pengelolaan, dan relevan dengan kebutuhan audiens masa kini. Bali menjadi momentum penting bagi kami untuk memperluas semangat tersebut kepada publik yang lebih luas,” ujar Direktur Operasional Letralive, Radita Kus Hartono, dalam konferensi pers di BUTC pada Kamis 16 April 2026.
Thunder Production memiliki rekam jejak lebih dari 30 tahun sebagai salah satu vendor produksi terkemuka di Indonesia, termasuk keterlibatan dalam berbagai pertunjukan berskala besar dan event internasional.
Sementara itu, Sky Entertainment membawa pengalaman dalam pengelolaan event dan hospitality, dengan lebih dari 1.000 event yang telah ditangani dalam 11 tahun terakhir.
Perpaduan keduanya menjadi fondasi Letralive dalam menghadirkan pengalaman konser yang profesional. Pendekatan kurasi line-up Poliponi juga tidak dilakukan secara acak.
Letralive menggabungkan insting kreatif dengan pemahaman karakter market agar si penampil memiliki relevansi nyata dengan audiens di setiap kota. Hasilnya adalah line-up yang bukan hanya populer, tetapi juga kontekstual.
Menjadikan Poliponi bukan sekedar “Si Paling Konser” tetapi juga si paling ngerti apa yang audiens mau.
Digelar di BUTC, Poliponi Bali memanfaatkan venue yang memiliki karakter kuat di kawasan bibir pantai, sehingga memberi nilai tersendiri bagi pengalaman menonton konser di Bali. Untuk memperkuat fondasi kreatif acara, Letralive juga melibatkan Ari wulu sebagai Creative Director.
Sebagai musisi, produser, dan pelaku seni pertunjukan, keterlibatan Ari Wulu mempertegas visi Letralive untuk menghadirkan konser yang tidak hanya solid dari sisi produksi, tetapi juga memiliki karakter kreatif yang kuat.
“Untuk Poliponi Bali, kami menaruh perhatian besar pada keseluruhan pengalaman audiens. Jadi bukan hanya soal pertunjukannya nanti, tetapi juga bagaimana penonton datang, masuk ke venue, menikmati konser, hingga pulang dengan pengalaman yang tetap nyaman,” kata Direktur Kreatif Poliponi, Ari Wulu.
Sementara itu, Adam Subarkah selaku Manager Sheila On 7, menyambut positif keterlibatan Sheila On 7 dalam Poliponi Bali.
“Selalu menyenangkan bagi Sheila On 7 untuk bisa kembali hadir lebih dekat dengan para penggemar, termasuk di Bali yang memiliki energi audiens yang khas. Kami juga melihat ada keseriusan dari Letralive dalam menghadirkan pengalaman konser yang tertata dan nyaman, sehingga gagasan tentang ‘konser yang baik dan benar’ bisa benar-benar dirasakan penonton,” ujarnya.
Tagline “Si Paling Konser” dipilih bukan semata sebagai identitas komunikasi, melainkan sebagai representasi semangat yang ingin dihadirkan Poliponi.
Kata “Paling” juga dimaknai sebagai akronim dari Panggung Keliling, yang merefleksikan ambisi Poliponi untuk hadir di berbagai kota dan menjangkau audiens yang lebih luas.
Dengan demikian, Poliponi tidak hanya membangun identitas sebagai konser yang berkesan, tetapi juga sebagai format pertunjukan yang dirancang untuk tumbuh dan dinikmati lintas wilayah.
Sebelum hadir di Bali, Poliponi lebih dahulu digelar di Malang pada Juni 2026 mendatang dan mendapat respons positif, yang ditandai dengan mayoritas kategori tiket terjual habis.
Penyelenggaraan di Bali menjadi langkah lanjutan Letralive dalam membangun Polioni sebagai IP konser yang tumbuh lintas kota dan dirancang untuk berkelanjutan.
Melalui Poliponi Bali, Letralive berharap dapat menghadirkan pagelaran musik yang tidak hanya layak dinantikan, tetapi juga meninggalkan kesan positif bagi para penonton melalui perpaduan line-up yang relevan, kualitas produksi yang solid, dan pengalaman audiens yang tertata dengan baik.(*)