TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR- Terjadinya kenaikan harga tiket pesawat domestik sebesar 9 - 13 persen mulai dirasakan di berbagai daerah, termasuk di Bandara Tanjung Harapan, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.
Picu kenaikan harga tiket ini dikarenakan melonjaknya harga bahan bakar pesawat (avtur) yang disebut-sebut naik hingga 70–80 persen akibat krisis geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Ketua Tim Teknik Operasi, Keamanan dan Pelayanan Darurat (TKOPD) Bandara Tanjung Harapan, Yuyu Rivan mengungkapkan Bandara Tanjung Harapan pun turut merasakan dampak dari kebijakan kenaikan tarif tersebut.
“Kita kena dampaknya, karena kenaikannya secara nasional. Namun untuk detailnya kami masih menunggu informasi lanjutan. Ini masih informasi awal, salah satu penyebabnya karena kenaikan avtur,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).
Baca juga: Harga Tiket Pesawat Tarakan ke Surabaya Jelang Mudik Lebaran 2026, Tersisa 2 Jadwal
Ia menjelaskan, kenaikan harga avtur memiliki efek berantai (multiplier effect) terhadap berbagai sektor, tidak hanya maskapai penerbangan.
Menurutnya, kenaikan harga tiket akan berdampak pada menurunnya aksesibilitas dan keterjangkauan masyarakat dalam menggunakan transportasi udara.
“Kalau harga tiket naik, otomatis daya beli masyarakat turun. Ini akan berdampak ke permintaan atau demand. Kalau demand rendah, bandara juga terdampak, begitu juga pelaku usaha lain seperti taksi, hotel, hingga bisnis di dalam bandara,” jelasnya.
Saat ini, lanjutnya, kenaikan tarif tiket hanya berlaku pada maskapai non-subsidi. Di Bandara Tanjung Harapan sendiri, layanan penerbangan komersial dilayani oleh maskapai Wings Air dari Lion Grup.
Ia menyebut, sebelum kenaikan harga avtur, tarif tiket rute Tanjung Selor–Balikpapan berada di kisaran Rp 1.197.000 hingga Rp 1.327.000.
Baca juga: Harga Tiket Pesawat Makassar ke Tarakan Kalimantan Utara 23 Juli 2025 Turun, Cek Detailnya
Namun berdasarkan pantauan pada aplikasi pemesanan tiket online, setelah adanya kenaikan tarif, harga tiket pesawat menggunakan maskapai Wings Air untuk rute tersebut kini berada di kisaran Rp 1.717.000. Bahkan pada bulan Mei, harga tiket tercatat menembus angka Rp 2.238.000.
“Kondisi ini membuat aktivitas di Bandara Tanjung Harapan juga semakin sepi tentu tantanganya semakin bertambah. Jadwal penerbangan sempat cancel juga karena kurang penumpang," sebutnya
Hal ini mengingat penerbangan domestik rute Tanjung Selor - Balikpapan baru saja dibuka kembali. Kini justru mengahadapi permasalahan kenaikan tiket pesawat secara nasional.
Seperti diketahui bersama bahwa penerbangan rute Tanjung Selor–Balikpapan hanya beroperasi tiga kali dalam sepekan, yakni pada Selasa, Kamis, dan Sabtu, atau alternatif jadwal Senin, Kamis, dan Sabtu.
Terkait kondisi ini, pihak bandara mengaku belum melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi. Namun ke depan, maskapai direncanakan akan menjalin komunikasi dengan pemda.
“Kami dari pihak bandara hanya menjembatani. Ke depan tentu akan ada koordinasi antara maskapai dan pemerintah daerah,” tuturnya.
Meski dihadapkan pada tantangan penurunan jumlah penumpang, pihak Bandara Tanjung Harapan tetap optimistis terhadap keberlangsungan rute penerbangan Tanjung Selor–Balikpapan.
“Kami tetap berupaya dan optimis rute ini bisa terus berjalan,” pungkasnya.
(*)
Penulis : Desi Kartika Ayu