Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo, membuka kemeja putihnya di hadapan awak media saat memberikan keterangan pers di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Kamis (16/4/2026).
Aksi tersebut dilakukan untuk menunjukkan kaos putih bergambar sampul buku "Jokowi’s White Papers", sebuah buku yang mengulas dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
Buku setebal 700 halaman tersebut merupakan hasil kolaborasi Roy Suryo bersama Rismon Sianipar dan dr. Tifauzia Tyassuma.
Dalam penjelasannya, Roy mengeklaim materi buku disusun berdasarkan kajian forensik digital, telematika, hingga neuropolitika untuk membedah keabsahan dokumen pendidikan mantan Wali Kota Solo tersebut.
Namun, ada pemandangan menarik pada kaos yang dikenakan pakar telematika ini.
Nama Rismon Sianipar, yang tercatat sebagai salah satu penulis buku tersebut, tampak ditutupi rapat dengan selembar plester cokelat.
Roy secara blak-blakan menyebut penutupan nama tersebut sebagai simbol kekecewaan terhadap koleganya.
Ia menyebut Rismon telah "berkhianat" dari barisan aktivis yang selama ini getol mengungkap isu ijazah palsu.
"Kami tutup salah satu (nama), dan kami tutupnya pakai plester. Apa artinya plester? Ini untuk mengingatkan kita, orang yang kami tutup ini sekarang juga sedang dituntut oleh Pak Jusuf Kalla," ujar Roy merujuk pada sosok Rismon di hadapan wartawan.
Diketahui, Rismon Sianipar belakangan memang telah mengundurkan diri dari kelompok perjuangan Roy Suryo dkk.
Rismon memilih jalan damai dengan mengajukan Restorative Justice (RJ) dalam kasus hukum yang melibatkan pihak Jokowi.
Meski ditinggal satu penulis utamanya, Roy Suryo menegaskan gerakan ini tidak akan berhenti.
Dirinya menganggap penggunaan plester pada nama Rismon di kaos tersebut sebagai pengingat bahwa kejujuran dan integritas dalam berjuang adalah hal mutlak.
"Sekali lagi, Joko Widodo, tunjukkan ijazahmu di depan rakyat agar tidak kemudian membuat gaduh," tegas Roy.
(*)
# ROY SURYO # TUTUP # RISMON SIANIPAR # Kaus # Jokowi's White Paper # Gedung DPR #