TRIBUN-BALI.COM – Izin berangkat kerja yang disampaikan Moesye (53) pada Rabu (15/4) pagi ternyata menjadi pamit terakhirnya.
Pria asal Jember, Jawa Timur ini ditemukan meninggal dunia di Bale Bengong Setra Pitik, Pedungan, setelah warga menaruh curiga melihatnya tak kunjung beranjak dari posisi tidurnya sejak siang hingga tengah malam.
Kapolsek Denpasar Selatan, AKP Agus Adi Apriyoga, mengungkapkan bahwa dari keterangan pihak keluarga melalui atasan korban, Chairul Uman, korban diketahui memiliki riwayat penyakit kronis yang diduga menjadi pemicu kematiannya.
Baca juga: PUKAU Warga Gianyar, Sendratari Paripurna Pentaskan Lakon Lelalu Sang Bima
Baca juga: AMBRUK Seorang Pamedek di Pura Besakih, Berpulang Setelah Dapat Pertolongan Medis di Puskesmas
"Menurut anak mantu korban, almarhum ini memiliki riwayat sakit stroke ringan dan gula (diabetes). Hal ini sinkron dengan temuan kami di lapangan bahwa korban meninggal dunia secara wajar karena sakit," ujar Kanit Reskrim Polsek Denpasar Selatan, Iptu Azel Arisandi kepada Tribun Bali.
Kondisi korban saat ditemukan cukup memprihatinkan. Ia tergeletak tanpa baju, hanya mengenakan celana pendek putih, dengan kepala menghadap ke barat dan kedua tangan di atas kepala.
Warga sempat dikagetkan dengan adanya darah yang keluar dari tubuh korban, namun AKP Agus langsung meluruskan asumsi liar di lapangan.
"Memang ada darah yang keluar dari tubuh korban saat ditemukan sudah dalam keadaan kaku," bebernya.
"Namun, hasil olah TKP Tim Inafis Polresta Denpasar memastikan darah tersebut muncul karena luka digigit semut setelah korban meninggal, bukan karena penganiayaan," tegasnya.
Pihak kepolisian memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh Moesye.
Setelah dilakukan identifikasi oleh Inafis Polresta Denpasar pada pukul 01.40 Wita, jenazah langsung dievakuasi menuju RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah menggunakan ambulans PMI Kota Denpasar tepat pada pukul 02.40 Wita.
"Semua pemeriksaan awal menunjukkan kematian wajar karena komplikasi penyakit yang diderita korban. Saat ini jenazah sudah berada di RS untuk penanganan lebih lanjut," pungkasnya. (ian)
Warga Banjar Pitik, Kelurahan Pedungan, sempat menaruh curiga sebelum penemuan jenazah seorang pria di Bale Bengong Setra setempat pada Rabu (15/4) tengah malam.
Korban yang diketahui bernama Moesye, asal Jember, Jawa Timur, ditemukan dalam kondisi sudah kaku setelah warga merasa curiga melihat posisi tidurnya yang tidak berubah sejak siang hari.
Hasya Seno Akbar Sasongko awalnya melihat korban sedang beristirahat di Bale Bengong Setra Pitik sekitar pukul 11.00 Wita.
Saat itu, Seno yang juga sedang beristirahat di Wantilan Pura Dalem tidak menaruh curiga dan menganggap korban hanya sekadar melepas lelah. Namun, kecurigaan mulai muncul saat saksi kembali melintasi lokasi tersebut pada pukul 23.00 Wita.
Ia mendapati korban masih berada di posisi yang sama persis seperti saat ia lihat dua belas jam sebelumnya. Karena merasa ada yang tidak beres, Seno melapor ke kepala lingkungan dan Polsek Denpasar Selatan.
"Curiga karena posisi korban masih sama seperti saat ia lihat pada siang hari. Saat dicek bersama warga, ternyata korban sudah dalam keadaan kaku dan meninggal dunia," kata Kapolsek Denpasar Selatan, AKP Agus Adi Apriyoga, Kamis (16/4).
Lebih lanjut, AKP Agus menjelaskan bahwa saat ditemukan, tubuh korban juga mengeluarkan darah. Hal ini sempat memicu perhatian warga yang berdatangan ke lokasi kejadian di Jalan Pura Dalem Penataran Anyar tersebut. Meski demikian, hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara menunjukkan tidak adanya indikasi tindak pidana di lokasi.
"Dari hasil pemeriksaan awal di TKP oleh petugas, kami tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban," tegas Kapolsek.
Berdasarkan identitas yang ditemukan, korban diketahui tinggal sementara di Jalan Batas Dukuh Sari, Gang Maleo, Sesetan. (ian)