Pemkot Yogya Orkestrasi Beragam Event, Perkuat Branding Kota Festival
Yoseph Hary W April 16, 2026 10:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM - Pemerintah Kota Yogyakarta mematangkan strategi penguatan branding sebagai Kota Festival melalui orkestrasi kalender event yang terintegrasi dan berdampak langsung pada masyarakat. 

Langkah tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, dalam agenda Media Gathering, Kamis (16/4/26).

Kota festival

Wawan menegaskan bahwa deklarasi Yogyakarta sebagai Kota Festival harus diikuti dengan penguatan konsep, kurasi event, serta kolaborasi lintas sektor, agar benar-benar memberikan daya tarik bagi wisatawan.

"Kalau kita sudah menyebut sebagai Kota Festival, maka yang harus kita jawab adalah event-nya apa. Kita ingin ke depan orang datang ke Yogya bukan karena kebetulan ada acara, tetapi memang sengaja datang untuk menghadiri event tertentu," ujarnya.

Menurutnya, selama ini terdapat lebih dari 1.000 event yang digelar di Kota Yogyakarta, namun belum semuanya memiliki kualitas dan dampak optimal. 

Menjawab tantangan low session pariwisata

Karena itu, Pemkot berupaya melakukan orkestrasi kegiatan lintas Perangkat Daerah agar lebih terarah, terkurasi, dan saling mendukung.

Strategi tersebut, kata Wawan, juga menjadi jawaban atas tantangan low season pariwisata yang terjadi pada Februari hingga April. 

Berbagai agenda untuk mengisi periode itu pun disiapkan, dengan penguatan event berbasis budaya seperti Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta, perayaan Imlek terintegrasi dari Malioboro hingga Ketandan, hingga pengemasan Ruwahan Agung dan Lomba Takbir Keliling.

"Ke depan, kita ingin menciptakan event yang benar-benar menjadi rujukan. Seperti orang ke luar negeri untuk konser besar, kita juga ingin orang datang ke Yogyakarta karena event tertentu," cetusnya.

Event HUT Kota Jogja

Puncaknya, Pemkot menyiapkan penguatan event sepanjang bulan Oktober, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Kota Yogyakarta. 

Wawali menjelaskan, rangkaian HUT Kota Yogyakarta akan dikemas selama satu bulan penuh, mulai 1 hingga 31 Oktober, dengan berbagai kegiatan lintas sektor.

"WJNC itu hanya salah satu event puncak, bukan satu-satunya. Kita sedang menyusun rangkaian besar selama satu bulan, mulai dari event budaya, perdagangan, hingga kegiatan komunitas," jelasnya.

Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Muh Zandaru Budi Purwanto, menambahkan, penguatan event terbukti berdampak signifikan terhadap sektor pariwisata. 

Pada tahun 2025 lalu, pihaknya mencatat jumlah kunjungan wisatawan di kisaran 11 juta orang, termasuk 314 ribu pelancong mancanegara.

"Rata-rata lama tinggal wisatawan saat ini 1,77 hari, dan kami optimistis dengan penguatan event ke depan bisa mencapai target dua hari. Dampaknya juga terlihat pada peningkatan belanja wisatawan rata-rata Rp2,28 juta per orang," ungkapnya. (aka)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.