Tribunlampung.co.id, Ponorogo - Temuan janin di bawah ranjang rumah warga di Desa Pupus, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, mulai terungkap.
Polisi mendapati janin tersebut sempat dibungkus pampers dan dimasukkan ke kantong plastik sebelum disimpan di bawah tempat tidur oleh perempuan berinisial T.
Peristiwa ini terkuak setelah T menjalani perawatan di rumah sakit. Dari hasil penelusuran, diketahui janin tersebut diduga berasal dari kandungan berusia sekitar 3 hingga 4 bulan.
Polisi pun masih menyelidiki apakah kejadian ini murni keguguran atau terdapat unsur lain di dalamnya.
“Berawal dari T opname di RSUD dr Harjono Ponorogo,” ungkap Kapolsek Ngebel AKP Nuryadi, Kamis (16/4/2026), sebagaimana dikutip dari TribunJatim.com.
Baca juga: Sosok NS Dokter Gadungan yang Bantu Aborsi 361 Janin, Ternyata Lulusan SMA
Ia menjelaskan, awalnya T sempat dibawa ke Puskesmas Ngebel pada Senin (13/4/2026).
Namun keluhan sakit yang dialami T tidak bisa ditangani di puskesmas tersebut.
“Akhirnya dibawa ke rumah sakit Ponorogo. Terus akhirnya ditanya-tanya, dia habis keguguran gitu. Tapi kehamilan 3 sampai 4 bulan begitu,” katanya.
Menurut Nuryadi, perkiraan janin keluar pada Senin (13/4/2026).
Dari keterangan T, gumpalan darah yang diduga janin tersebut dibungkus menggunakan pampers, kemudian dimasukkan ke dalam tas kresek.
“Gumpalan darah janin ditaruh di bawah tempat tidur rumahnya. Tapi belum tahu ya itu digugurkan apa tidak sengaja,” papar AKP Nuryadi.
Ia juga menjelaskan, polisi awalnya tidak menerima laporan resmi terkait peristiwa tersebut.
“Ya, karena ada orang sakit dan dibawa ke Puskesmas, akhirnya kita mendapat informasi, terus kita ke Puskesmas. Lalu menelusuri hingga melakukan olah TKP,” ujarnya.
Warga Desa Pupus, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo pun sempat digegerkan dengan temuan tersebut.
Seorang perempuan berinisial T diduga mengalami keguguran saat usia kandungan sekitar 3 hingga 4 bulan.
Gumpalan janin itu diketahui dibungkus menggunakan pampers, dimasukkan ke dalam kantong plastik, lalu disimpan di bawah ranjang di dalam rumahnya.
Kasus ini kini masih dalam penanganan kepolisian untuk memastikan apakah peristiwa tersebut murni keguguran atau ada unsur lain.
“Kami sudah melakukan olah TKP di rumah T (ibu janin),” ungkap Pamampta Polres Ponorogo Ipda John Anderson, Kamis (16/4/2026).
Ia menjelaskan, saat polisi melakukan olah TKP, ditemukan janin yang masih berbentuk gumpalan darah di bawah ranjang milik perempuan berinisial T.
“Dan memang benar bahwa seorang wanita berinisial T habis keguguran dan menaruh janin yang masih berbentuk gumpalan darah di bawah ranjangnya,” pungkasnya.