TRIBUN-TIMUR.COM - Event Makkunrai Tribun Timur dijadwalkan berlangsung di Phinisi Point (PiPo) Makassar, pada 22–26 April 2026.
Kegiatan dalam rangka memperingati Hari Kartini ini menggabungkan talkshow bersama para pemimpin perempuan di Sulsel dengan expo pelaku usaha.
Berbagai sektor turut meramaikan expo, mulai dari fashion, kuliner, Dekranasda, hingga klinik kecantikan.
Kehadiran para pelaku usaha ini diharapkan mampu menciptakan ruang inspirasi dan kolaborasi, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Sulawesi Selatan.
Salah satu UMKM yang turut ambil bagian adalah Milo Mr Poe.
Owner Milo Mr Poe, Poelung Catur Laksono, mengatakan keunggulan produknya terletak pada bahan baku yang digunakan, yakni Milo impor langsung dari Malaysia.
“Jadi otomatis kualitasnya internasional, tapi harga tetap bersaing dengan produk-produk lokal,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).
Ia menjelaskan, Milo Mr Poe menawarkan berbagai minuman dengan harga terjangkau.
Harga mulai dari Rp10.000 untuk es teh dan Rp15.000 untuk leci serta lemon tea.
Sementara varian float dibanderol Rp20.000, Milo original Rp18.000, dan berbagai varian seperti Milo alpukat, kopi, es krim, cincau, hingga Milo Dino dijual Rp23.000.
Poelung menambahkan, saat ini usahanya belum memiliki outlet tetap dan masih aktif mengikuti berbagai bazar dan expo.
Selain UMKM, sektor otomotif juga turut meramaikan event ini melalui PT Suracojaya Abadimotor (SJAM), main dealer Yamaha wilayah Sulsel dan Sulbar.
Selama event berlangsung, SJAM menghadirkan promo spesial Hari Kartini.
Area Marketing Development Sulselbar PT SJAM, Muh Roem Syahrir, mengatakan konsumen bisa mendapatkan potongan hingga Rp5 jutaan.
“Spesial promo Kartini ini bisa hemat hingga Rp5 jutaan,” ujarnya.
Tak hanya itu, tersedia potongan angsuran hingga lima kali serta kemudahan cicilan mulai Rp39 ribuan per hari.
Program ini juga memberikan kesempatan kepada konsumen untuk mengikuti undian ‘Miliarder Yamaha’.
Di sektor fashion, Monalisa Textile Makassar juga turut berpartisipasi.
Perusahaan ini menghadirkan inovasi dengan mengadopsi teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI).
HRD Monalisa Textile, Hasan, menjelaskan teknologi ini memungkinkan pelanggan melihat hasil desain kain secara visual sebelum dijahit.
“Customer bisa melihat langsung kain yang akan dibeli akan dijahit menjadi model seperti apa dengan bantuan AI,” jelasnya.
Selain inovasi teknologi, Monalisa Textile juga mengusung motif batik khas Sulsel yang sarat nilai filosofis.
Motif tersebut antara lain Sitobo Lalang Lipa, Paraga, hingga Pepe-pepeka ri Makka, serta karakter tokoh Sulsel seperti Sultan Hasanuddin, Arung Palakka, dan Syekh Yusuf.
Monalisa Textile tidak hanya memperkenalkan produk, tetapi juga membawa misi memperkenalkan identitas budaya Makassar kepada masyarakat luas.
Dari sektor kuliner, Happy Lekker Makassar turut meramaikan expo.
UMKM ini dikenal dengan sajian jajanan manis dan asin dengan harga terjangkau.
Pemilik Happy Lekker, Nayla, mengatakan usaha tersebut berawal dari keinginan sederhana di tengah kesibukan sebagai ibu rumah tangga.
“Di tengah kesibukan mengurus rumah tangga muncul keinginan untuk membangun sesuatu yang manis,” ujarnya.
Kini Happy Lekker telah berkembang dan memiliki empat cabang di Makassar.
Beragam menu ditawarkan, mulai dari lekker klasik hingga varian kekinian seperti Ovomaltine, Oreo, Nutella, dan greentea.
Untuk menu asin, tersedia pilihan seperti telur sosis, keju, hingga mozarella. Produk Happy Lekker dijual mulai dari Rp3.000.
Sementara itu, dari sektor kecantikan, Benings Clinic Makassar juga ikut berpartisipasi.
Klinik yang berdiri sejak 2021 ini dikenal sebagai salah satu laser center terpercaya di Makassar.
Public Relation Benings Clinic Makassar, Virdhalya Kartika, mengatakan pihaknya menyediakan berbagai treatment unggulan.
Mulai dari perawatan jerawat, mencerahkan kulit, hingga peremajaan wajah dengan hasil yang efektif dan aman.
“Setiap treatment diawali dengan konsultasi langsung dan analisa kulit agar sesuai kebutuhan pasien,” ujarnya.
Selama event Makkunrai, Benings Clinic menawarkan berbagai promo menarik.
Di antaranya pemeriksaan wajah gratis, games berhadiah, serta voucher treatment spesial bagi pengunjung.
Melalui kolaborasi berbagai sektor ini, Makkunrai 2026 diharapkan menjadi ruang inspiratif sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Sulawesi Selatan.(*)