TRIBUN-TIMUR.COM - Stadion BJ Habibie, Parepare akan menjadi saksi perubahan alur skenario perebutan gelar juara Super League 2025/2026, Sabtu (18/4/2026) nanti.
PSM Makassar sebagai tuan rumah diprediksi menjegal langkah Borneo FC yang saat ini berambisi meraih gelar juara.
Dengan spirit Siri' Na Pacce, skuad Ayam Jantan dari Timur tak mengenal istilah 'main mata'.
Apalagi sebagai klub tertua dengan jejak sejarah panjang, PSM tak pernah memiliki catatan kongkalikong soal pertandingan.
Ini tentu menjadi peringatan keras bagi Borneo FC.
Jika ingin menang dan tetap dijalur perebutan juara, satu-satunya cara Pesut Etam bertarung di lapangan secara sportif.
Berdiri sejak 2014, Borneo FC ingin menjadikan musim ini sebagai momen perdana mengangkat trofi kompetisi kasta tertinggi sepakbola Indonesia.
Hingga pekan 27 Super League klub yang diarsiteki Fabio Lefundes itu menjadi pesaing terdekat Persib Bandung dalam perebutan gelar juara.
Borneo FC bertengger di posisi dua dengan 60 poin.
Sedangkan Persib di puncak klasemen mengoleksi 64 poin.
Selisih empat poin dengan menyisakan tujuh pertandingan lagi musim ini, Borneo FC masih berpeluang besar menyalip skuad Maung Bandung.
Tujuh laga terakhir Persib akan menghadapi klub-klub tangguh yakni Dewa United, Arema FC, Bhayangkara FC, PSIM Yogyakarta, Persijap Jepara, Persija Jakarta, dan PSM Makassar.
Borneo FC juga sama sulitnya sebab akan melawan PSM Makassar, Semen Padang, Persik Kediri, Persita Tangerang, Bali United, Persijap Jepara, dan Malut United.
Kedua klub pesaing title juara ini dipastikan tak akan menemui jalan mudah di tujuh pertandingan terakhir.
Sebab Persib dan Borneo FC harus melawan klub-klub yang saat ini berjuang keluar dari ancaman degradasi seperti Persijap Jeparam Semen Padang hingga PSM Makassar.
Bagi PSM yang pekan ini akan menghadapi Borneo FC, tak ada kata lain selain menang.
Peringkat 13 di klasemen dengan 28 poin bukanlah posisi yang aman bagi skuad Juku Eja.
Ancaman degradasi masih menghantui.
Pasalnya, torehan poin klub yang berdiri sejak 1915 itu masih terpaut tipis dari para penghuni zona degradasi.
Saat ini tiga posisi terbawah zona degradasi dihuni Madura United 23 poin, Semen Padang 20 poin dan PSBS Biak 18 poin.
Laga PSM vs Borneo FC di pekan 28 pun akan menjadi partai penentu perubahan skenario perebutan juara dan juga degradasi Super League musim ini.
Misi Ganda
Selain memastikan jarak poin tetap aman dari ancaman zona degradasi, PSM berambisi menyudahi puasa kemenangan di markas sendiri saat bersua Borneo FC.
Pasukan Ramang bermabisi memutus tren buruk tak pernah menang di tujuh laga terakhir di hadapan publik sendiri.
Terakhir kali skuad Juku Eja menang, saat menggilas PSBS Biak lima gol tanpa balas pada pekan 13 Super League, Jumat (21/11/2025).
Jika menang dari Borneo FC, PSM Makassar akan meninggalkan posisi 13 yang telah delapan pekan ditempati.
Tambahan tiga poin akan membuat mereka naik satu tingkat, posisi 12, menggeser Persik Kediri jika gagal meraih kemenangan di laga lainnya.
Kalau itu terjadi, tim Juku Eja mengirim pesan kuat sebagai tim yang mulai kembali ke performa terbaiknya.
Jika konsisten menang, PSM Makassar bisa akhiri musim di papan tengah klasemen.
Namun, Borneo FC pasti akan memberikan perlawanan sengit.
Manajer PSM Makassar Muhammad Nur Fajrin mengatakan, kemenangan dari PSIM Jogja harus disambut baik.
Ia ingin tren tiga poin diperoleh PSM Makassar terus berlanjut di sisa pertandingan musim ini.
“Kita harap tak hanya terjadi di satu game (menang), baru di momen selanjutnya tak terjadi lagi,” katanya, Kamis (16/4/2026).
Pria akrab disapa Fajrin ini mengajak hadir memberikan dukungan kepada PSM Makassar saat bersua Borneo FC.
Sebab, mereka ingin akhiri musim ini berada di posisi yang sebaik mungkin.
“Kami harap pecinta PSM Makassar hadir langsung membersamai PSM Makassar yang saat ini berjuang keras menyelesaikan akhir kompetisi sebaik mungkin,” ucapnya.
Ambisi menang ditunjukkan bek PSM Makassar Dusan Lagator.
Bek berpostur 190 sentimeter ini mengatakan, untuk menang perlu kerja keras dan berjuang tanpa kenal lelah.
“Saya yakin, itu bisa terjadi lagi (menang), tetapi kita harus berjuang,” tegasnya.
Optimisme Borneo
Pekan lalu Borneo FC melibas PSBS Biak 5-1, Sabtu (11/4/2026) sore.
Di laga itu Pesut Etam menunjukan dominasinya sebagai tanda bahwa mereka serius berebut gelar juara.
Sejak menit pertama, Pesut Etam terus mengepung pertahanan tim tamu.
Di sepuluh menit pertama saja, setidaknya ada empat peluang matang yang gagal dikonversi menjadi gol.
Borneo baru bisa mencetak gol di menit ke-29 lewat Mariano Peralta berkat assist Koldo Obieta.
Tapi, Badai Pasifik -julukan PSBS- sempat mengejutkan dengan tendangan indah Hassan Nader di menit 32, yang tak mampu dijangkau Nadeo Argawinata.
Sebelum akhirnya brace Peralta delapan menit berselang, menutup paruh babak pertama.
Usai turun minum, agresi "pesut-pesut Mahakam" menembus Badai Pasifik masih terus terjadi.
Gelontoran tiga gol tambahan pun tercipta di babak kedua, masing-masing melalui Juan Villa (65'), Marcos Astina (68') dan Komang Teguh (88').
Kemenangan ini sementara masih mengamankan kans Pesut Etam di jalur juara.
Sekaligus terus memberikan tekanan kepada pemuncak klasemen sementara, Persib Bandung.
Entrenador Borneo FC, Fabio Lefundes, usai pertandingan mengaku puas dengan apa yang ditunjukkan pemain-pemainnya.
Menurutnya, tim sudah bermain sesuai apa yang ia rencanakan.
Meski, ia juga tak menampik, bahwa performa lawan memang sangat dipengaruhi kondisi di internal mereka.
"Tapi kami tetap realistis dan bekerja keras, karena kita tengah bersaing di papan atas," ucap Lefundes.
Tapi, Lefundes tidak mau terlena dengan kemenangan besar ini. Sisa tujuh laga lagi, yang semuanya adalah penentuan, menuntut tim harus segera memfokuskan diri ke pertandingan berikutnya.
"Kami harus kembali mempersiapkan diri untuk PSM Makassar, karena kita tahu itu akan sulit. Tapi, kita harus tetap optimistis dengan hal-hal yang sudah kita capai sampai sekarang," tegasnya.(*)