Mega Proyek Tol Terpanjang di Indonesia Terhenti? Nasib Rp56 Triliun Jadi Sorotan
Dwi Yansetyo Nugroho April 17, 2026 08:11 AM

TRIBUNCIREBON.COM- Mega Proyek Jalan Tol Gedebage–Tasikmalaya–Cilacap (Getaci) sejak awal disebut-sebut sebagai salah satu proyek tol paling ambisius di Indonesia.

Dengan panjang mencapai 206,65 kilometer, proyek ini bahkan dirancang melampaui Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung yang memiliki panjang 189 kilometer.

Namun, di balik skala besar dan nilai investasi yang mencapai Rp 56,2 triliun, proyek ini justru menghadapi tantangan besar, yakni rendahnya minat dari para investor.
 
Baca juga: Mega Proyek Tol Getaci Terancam Batal! Investor Mundur, Ternyata Ini Biang Keroknya

Pada 2022, proyek ini sebenarnya sempat mendapatkan pemenang lelang, yakni konsorsium PT Jasamarga Gedebage Cilacap (JGC) yang melibatkan PT Jasa Marga (Persero) Tbk bersama sejumlah mitra.

Namun, konsorsium tersebut tidak mampu mencapai kesepakatan pembiayaan (financial close), yang menjadi syarat penting untuk melanjutkan proyek.

Akibat kegagalan tersebut, kontrak dinyatakan gugur dan proyek kembali ke tahap awal. Dalam proses lelang ulang, dua konsorsium lainnya juga tidak berhasil lolos tahap kualifikasi, sehingga proyek kembali mengalami hambatan.

Baca juga: Mega Proyek Tol Getaci Terancam Batal! Investor Mundur, Ternyata Ini Biang Keroknya

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, mengungkapkan bahwa rendahnya ketertarikan investor disebabkan oleh proyeksi lalu lintas kendaraan yang dinilai kurang menjanjikan.

“Biasanya kalau satu proyek yang kita tawarkan itu tidak banyak minatnya, ya biasanya karena trafiknya kurang,” ujarnya.

Secara perencanaan, Tol Getaci merupakan jalur strategis yang menghubungkan Jawa Barat dan Jawa Tengah. Rutenya akan melintasi sejumlah wilayah penting seperti Bandung, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, hingga berakhir di Cilacap, serta dirancang memiliki 10 simpang susun dengan masa konsesi selama 40 tahun.

Baca juga: Mega Proyek Tol Getaci Terancam Batal! Investor Mundur, Ternyata Ini Biang Keroknya

Meski memiliki peran strategis, besarnya nilai investasi menjadi tantangan tersendiri, terlebih di tengah kondisi perbankan yang semakin selektif dalam menyalurkan pembiayaan proyek infrastruktur.

Tanpa dukungan tambahan, proyek ini dinilai cukup berat untuk direalisasikan.

Saat ini, pemerintah dihadapkan pada pilihan sulit, melanjutkan proyek dengan dukungan dana tambahan atau mengalihkan anggaran ke proyek lain yang dianggap lebih prioritas.

Baca juga: Mega Proyek Tol Getaci Terancam Batal! Investor Mundur, Ternyata Ini Biang Keroknya

Nasib Tol Getaci Terkini

Pemerintah kini dihadapkan pada dilema, melanjutkan proyek dengan suntikan dana tambahan atau mengalihkan anggaran ke kebutuhan lain yang lebih mendesak.

Dody pun secara terbuka mengakui adanya pertimbangan tersebut, terutama ketika dibandingkan dengan kebutuhan penanganan banjir di wilayah industri padat seperti Karawang dan Bekasi.

"Apakah lebih baik kita chip in di Getaci atau kita percepat konstruksi Bendungan Cibeet dan Cijurey supaya Karawang dan Bekasi itu tidak banjir lagi ke depannya?" beber Dody.

Nasib Tol Getaci terkini pun belum jelas dan masih menunggu lelang ulang yang akan dilakukan Kementerian PU. Baca juga: Getaci Gagal Rebut Takhta Terpeka sebagai Tol Terpanjang di Indonesia 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.