TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkap penyebab banjir di Kelurahan Rancabolang dan Derwati lebih lama surut hingga akhirnya menghambat aktivitas masyarakat.
Seperti diketahui, banjir di dua kelurahan tersebut sudah hampir satu pekan tak kunjung surut.
Genangan air merendam ruas jalan utama dan permukiman warga hingga menyebabkan sejumlah rumah turut terdampak.
Farhan mengatakan, faktor yang menyebabkan banjir di kelurahan tersebut belum surut karena debit air di Sungai Citarum dan Sungai Cinambo masih cukup tinggi, sehingga genangan air di dua kelurahan itu tidak bisa terbuang.
"Mungkin belum banyak yang tahu, bahwa sistem Sungai Citarum dengan sistem Cinambo itu nyambung, sungai Cinambo itu bermuara di sungai Citarum."
"Jadi ketika Citarum meluap seperti kondisi banjir sekarang, ya otomatis Cinambo juga nggak bisa ngebuang," ujarnya saat ditemui Tribun Jabar di Balai Kota Bandung, Jumat (17/4/2026).
Baca juga: Banjir Derwati Belum Surut, Puluhan Motor Mogok Terjang Genangan 40 Cm Jalur Ciwastra-Gedebage
Kondisi ini diperparah oleh belum surutnya debit air di Sungai Cisaranten dan banjir di Sapan, Kabupaten Bandung.
Hal tersebut menyebabkan upaya pemompaan air dari kawasan permukiman belum dapat dilakukan secara optimal
"Yang bisa kita harapkan (Sungai) Cipamokolan. Tetapi Cipamokolan itu jaraknya terlalu jauh, baik dari Kelurahan Darwati maupun dari Kelurahan Rancabolang, kita nggak punya pipa dan pompa yang bisa sejauh itu," kata Farhan.
Dia mengatakan, berdasarkan hasil peninjauan bahwa di dua kelurahan tersebut masing-masing ada dua RW yang masih terendam banjir sejak hari Senin dengan total jumlah warga yang terdampak diperkirakan mencapai 800 orang.
Atas hal tersebut, kata Farhan, untuk saat ini, pihaknya sedang berusaha untuk melakukan pemompaan, tetapi masalahnya tidak bisa membuang ke aliran sungai di Cipamokolan karena jaraknya memang cukup jauh dan pompa tidak memadai.
"Genangan masih ada sampai semalam, tinggi sekitar 50 sentimeter. Jadi saya sangat berharap bahwa cuaca selama akhir pekan ini akan melandai ya. Saya belum mengecek lagi ke BMKG, tapi nanti kita bisa memberikan bantuan secara lebih optimal," ucapnya.
Untuk melakukan penanganan banjir yang lebih optimal, pihaknya sedang menunggu surutnya air Sungai Cinambo.
Sehingga, jika sungai tersebut sudah mulai surut, pihaknya yakin genangan air di dua kelurahan tersebut bisa surut lebih cepat.
Sebelum genangan air surut, kata Farhan, Pemkot Bandung sudah mendirikan dapur umum, menyediakan perahu karet dan puskesmas juga standby.
Semua itu dipastikan sudah siap sedia karena sedang menghadapi hal-hal yang sifatnya kedaruratan.
"Sementara itu suplai makanan juga kita berikan terus, sehari satu kali setiap malam, karena untuk makan pagi dan makan siang sudah dibantu oleh MBG yang sebagian buat siswa. Jadi MBG membantu Alhamdulillah untuk di empat RW," kata Farhan.(*)