TRIBUNFLORES.COM, LEWOTOBI - Gunung Lewotobi Laki-laki meletus hari ini, Jumat Jumat (17/4/2026) pukul 08:09 Wita semburkan abu hingga 800 meter.
Gunung Api Ili Lewotolok terletak di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur dengan posisi geografis di Latitude -8.272°LU, Longitude 123.505°BT dan memiliki ketinggian 1423 mdpl.
Saat ini status Gunung Api Lewotobi Laki-laki level II atau WASPADA.
"Terjadi erupsi G. Lewotobi Laki-laki pada hari Jumat, 17 April 2026, pukul 08:09 WITA. Tinggi kolom letusan teramati ± 800 m di atas puncak (± 2384 m di atas permukaan laut),"tulis petugas Posmat, Emanuel Rofinus Bere dikutip dari laman magma.esdm.go.id.
Kata dia, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara dan timur laut.
Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 4.4 mm dan durasi 229 detik.
Baca juga: BREAKING NEWS: Pagi Ini Gunung Lewotobi Meletus, Tinggi Kolom 600 Meter
Berdasarkan pengamatan visual 24 jam terakhir, Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-I.
Teramati asap kawah utama berwarna putih dan kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal tinggi sekitar 100-200 meter dari puncak.
Cuaca cerah, angin lemah ke arah barat dan barat laut. Suhu udara sekitar 24-31°C.
Sementara berdasarkan pengamatan kegempaan Gunung Lewotobi Laki-laki, 143 kali gempa Letusan/Erupsi dengan amplitudo 15.6-39 mm, dan lama gempa 35-65 detik.
4 kali gempa Guguran dengan amplitudo 3.3-7.8 mm dan lama gempa 39-47 detik.
156 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 3-15.6 mm, dan lama gempa 20-35 detik.
2 kali Tremor Non-Harmonik dengan amplitudo 3-7.8 mm, dan lama gempa 90-92 detik.
3 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 3.3-24.5 mm, dan lama gempa 8-14 detik.
1 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 4.7 mm, S-P 0.75 detik dan lama gempa 7 detik.
1 kali gempa Tektonik Lokal dengan amplitudo 3.3 mm, S-P 8 detik dan lama gempa 40 detik.
1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 5.6 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 77 detik.
Saat ini tingkat aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki berada di Level IV atau AWAS dengan rekomendasi:
1.Masyarakat di sekitar G. Lewotobi Laki-laki dan pengunjung/wisatawan tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 6 Km dari pusat erupsi G. Lewotobi Laki-laki.
2. Masyarakat agar tenang dan mengikuti arahan Pemda serta tidak mempercayai isu-isu yang tidak jelas sumbernya.
3. Masyarakat di sekitar G. Lewotobi Laki-laki mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak G. Lewotobi Laki-laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi terutama daerah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng jaya, Boru, Nawakote.
4. Masyarakat yang terdampak hujan abu G. Lewotobi Laki-laki, memakai masker/penutup hidung-mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan.
5. Pemerintah Daerah senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Folres Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Becana Geologi, Badan Geologi di Bandung.
6. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi akan selalu berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Satlak PB setempat dalam memberikan informasi tentang kegiatan G. Lewotobi Laki-laki.
Untuk informasi lebih jelas dapat mengubungi Pos Pengamatan G. Lewotobi Laki-laki atau mengubungi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral pada nomor telepon 022-7272606. (Sumber: MAGMA Indonesia/kgg).