Warga Ungkap Bahaya Blind Spot di di Jalur Tanjakan Marthadinata TKP Pelajar Tewas Kecelakaan
Nurhadi Hasbi April 17, 2026 12:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Kecelakaan maut yang merenggut nyawa seorang pelajar di Jalan RE Martadinata, Kelurahan Simboro, Kecamatan Mamuju, Kamis (16/4/2026), menyoroti kerawanan infrastruktur jalan di titik tersebut.

Lokasi kejadian yang berada di jalur tanjakan dan pertigaan dinilai sebagai area blind spot atau titik buta yang sangat berisiko bagi pengendara.

Berdasarkan pantauan di lokasi, jalur ini menghubungkan kawasan permukiman dengan area perkantoran Gubernur Sulbar.

Baca juga: Pelajar Tewas Tabrakan di Jl RE Martadinata Mamuju, Ternyata Atlet Karate Binaan PPLP Sulbar

Baca juga: Kronologi Pelajar Tewas Kecelakaan di Jl Marthadinata Mamuju, Tabrakan dengan Mobil Teknisi AC

Karakteristik jalan yang ramai kendaraan membuat kewaspadaan ekstra sangat diperlukan.

Jalan tersebut berstatus jalan nasional.

Secara teknis, lokasi kecelakaan ini memiliki visibilitas yang terbatas.

Pengendara dari arah selatan (kota) menuju utara (Kantor Gubernur) akan menghadapi tanjakan yang langsung terhubung dengan pertigaan dan tikungan ke arah kanan.

Sebaliknya, kendaraan dari arah berlawanan sering tidak terlihat karena terhalang elevasi jalan dan bangunan di sisi jalan.

Kondisi ini disebut sebagai blind spot, yaitu titik yang membuat pengendara tidak memiliki cukup jarak pandang untuk mendeteksi kendaraan lain dari arah berlawanan.

Iptu Herman Basir, Kasi Humas Polresta Mamuju, menyebut faktor kecepatan dan upaya mendahului di titik rawan menjadi kombinasi fatal.

"Tepat di jalan tanjakan dan menikung, keduanya diduga hendak mendahului kendaraan di depannya. Tabrakan tidak terhindarkan, apalagi sama-sama melaju kencang," kata Herman kepada Tribun-Sulbar.com, Kamis (16/4/2026).

Dalam kecelakaan tersebut, korban yang mengendarai sepeda motor menghantam bagian samping belakang mobil Kijang.

Minimnya jarak pandang membuat kedua pengendara tidak memiliki waktu cukup untuk melakukan pengereman atau menghindar.

Okto, warga setempat yang menyaksikan kejadian tersebut, mengakui area di depan tokonya memang rawan.

Ia menyebut kendaraan dari arah atas sering melaju tanpa mengetahui ada kendaraan lain yang sedang mendaki.

"Memang di sini blind spot. Kalau ada mobil yang agak besar mau mengarah ke atas, kendaraan dari arah sebaliknya hampir tidak kelihatan," ujar Okto saat ditemui di konternya, Jumat (17/4/2026). (*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Suandi

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.