BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Suasana penuh haru dan kebersamaan mewarnai peresmian Jembatan Merah Putih di Desa Murung Ta’al, Kecamatan Labuan Amas Selatan, Jumat, (17/04/2026).
Puluhan warga tampak memadati lokasi, menyaksikan langsung momen yang selama ini mereka nantikan.
Jembatan yang rampung hanya dalam waktu tiga hari oleh jajaran Polres Hulu Sungai Tengah (HST) itu langsung disambut antusias. Bahkan, usai prosesi pemotongan pita oleh Kapolres HST AKBP Jupri JHP Tampubolon, warga secara spontan dan serempak menyampaikan ucapan terima kasih.
“Terima kasih Pak Polisi…!” seru warga berulang kali, menciptakan suasana hangat dan penuh keakraban antara masyarakat dan aparat.
Baca juga: 332 Calon Jemaah Haji HST Siap Berangkat, 60 Di Antaranya Masuk Kategori Resiko Tinggi
Peresmian turut dihadiri Ketua Bhayangkari Cabang HST Ny Mei Jupri, unsur Forkopimcam, serta tokoh masyarakat setempat.
Acara diawali dengan doa bersama, dilanjutkan peninjauan jembatan yang kini menjadi penghubung vital antarwilayah.
Bagi warga, jembatan ini bukan sekadar infrastruktur, tetapi jawaban atas kesulitan yang selama ini mereka hadapi.
Akses menuju kebun, sawah, hingga antar kecamatan—Labuan Amas Selatan, Haruyan, dan Batu Benawa—kini jauh lebih mudah.
Kepala Desa Murung Ta’al, Askani, mengaku terharu melihat antusiasme warganya.
“Ini bukti betapa besar manfaat jembatan ini bagi masyarakat kami. Warga sampai beramai-ramai datang dan mengucapkan terima kasih. Kami sangat bersyukur atas perhatian dari Polres HST,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolres HST, AKBP Jupri JHP Tampubolon menyampaikan bahwa pembangunan cepat ini dilakukan karena melihat kebutuhan mendesak masyarakat, sekaligus dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
“Kami ingin kehadiran Polri benar-benar dirasakan. Melihat masyarakat bisa langsung memanfaatkan dan menyambut dengan antusias seperti ini, tentu menjadi kebanggaan bagi kami,” katanya.
Baca juga: Sejumlah Wilayah di HST Alami Kenaikan Debit Air, Warga Diimbau Tetap Waspada
Momentum tersebut tidak hanya menjadi peresmian jembatan, tetapi juga memperlihatkan kuatnya hubungan antara Polri dan masyarakat.
Kebersamaan yang terjalin di lokasi menjadi simbol bahwa pembangunan bukan hanya soal fisik, tetapi juga tentang kepercayaan dan kepedulian.
Dengan hadirnya Jembatan Merah Putih, harapan baru pun tumbuh. Aktivitas ekonomi diyakini akan meningkat, mobilitas semakin lancar, dan kesejahteraan masyarakat pun ikut terdorong. (Banjarmasinpost.co.id/Stanislaus sene)