Menko Zulhas Jamin Stok Pangan RI Aman Sampai Tahun Depan di Tengah Gejolak Geopolitik
Joko Widiyarso April 17, 2026 01:14 PM

 

 

TRIBUNJOGJA.COM, ​YOGYA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, memberikan jaminan penuh terkait ketersediaan stok pangan nasional di tengah situasi geopolitik dunia yang sedang tidak menentu.

​Hal tersebut disampaikan pria yang akrab disapa Zulhas ini, saat menghadiri Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) PAN DIY di Yogyakarta, Kamis (17/4/2026) malam. 

​"Soal pangan, insyaallah walaupun ada gejolak geopolitik, pangan saya garansi aman untuk Indonesia. Tahun ini sampai tahun depan. Beras, ikan, ayam, telur, sayur, hingga buah, aman insyaallah," ujarnya.

​Ketua Umum PAN itu mengungkapkan, salah satu fondasi kuat keamanan pangan adalah ketersediaan stok beras di gudang Bulog yang mencapai angka fantastis.

​Zulhas memaparkan, saat ini Indonesia mengantongi stok beras sebanyak 4,7 juta ton, yang diklaimnya sebagai capaian tertinggi sepanjang sejarah Republik.

​"Hari ini stok beras kita 4,7 juta ton, tertinggi dalam sejarah Indonesia. Ikan, ayam, telur dan segala macam (juga tersedia)," ungkapnya.

​Tak hanya soal ketersediaan, dalam kesempatan tersebut, ia turut juga menyampaikan terobosan baru pemerintah dalam menjaga stabilitas harga di seluruh pelosok negeri. 

Kebijakan satu harga

Zulhas mencanangkan kebijakan 'Satu Harga', khususnya untuk komoditas pokok beras, meniru skema distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM).

​Melalui kebijakan ini, banderol beras di wilayah terpencil akan setara dengan Pulau Jawa, setelah pemerintah memberikan subsidi ongkos transportasi pada Bulog.

​"Satu harga ya, karena Bulog sudah dikasih keuntungan agar dia bisa menyubsidi ongkos transportasi jauh-jauh itu. Jadi satu harga untuk beras. Yang lain belum, baru beras saja," tandasnya.

​Lebih lanjut, Zulhas menekankan visi 'Ekonomi Pancasila' yang diusung bersama Presiden Prabowo Subianto, agar kekayaan negara tidak hanya berputar di segelintir orang, melainkan tumbuh dari desa-desa.

​Sebagai langkah konkret, pemerintah akan meresmikan 30.000 Desa Merah Putih dan 5.000 Kampung Nelayan Merah Putih pada Juli mendatang. 

​"Kami akan merekrut 30.000 manajer Koperasi Desa Merah Putih dan sekitar 5.800 manajer Kampung Nelayan. Ini untuk lulusan D3, D4, hingga Sarjana (S1)," cetusnya.

​"Silakan mendaftar di Kemendesa PDTT. Tidak dipungut biaya apa pun. Tidak ada sogok-menyogok, tidak ada istilahnya 'surat sakti'. Semua ikuti prosedur yang ada," pungkas Zulhas. 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.