TRIBUNPALU.COM, PALU – Dinas Kesehatan Sulawesi Tengah mencatat sebanyak 913 kasus suspek dan campak terkonfirmasi terjadi di wilayah ini sejak Januari hingga April 2026.
Ketua Tim Kerja Surveilans dan Imunisasi Dinkes Sulteng, Ahsan, menyampaikan bahwa tren kasus campak mengalami penurunan secara bertahap dari minggu ke minggu.
Pada minggu ke-14 tahun 2026 tercatat 53 suspek, turun signifikan dibanding minggu ke-13 yang mencapai 99 suspek, dan minggu ke-12 sebanyak 115 suspek.
Baca juga: Berapa Gaji Manajer Kopdes Merah Putih? Buka 30.000 Formasi, Cek Gaji Ketua hingga Sekretaris
Penurunan kasus ini diyakini hasil dari berbagai upaya pemerintah, termasuk pelaksanaan imunisasi kejar dan Outbreak Response Immunization (ORI) bagi anak usia 9–59 bulan, serta pemberian vaksin MR kepada tenaga kesehatan untuk memutus rantai penularan di fasilitas pelayanan kesehatan.
Meski tren menurun, Ahsan menegaskan pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari spesimen yang dikirim ke Surabaya untuk memastikan status kasus.
Dinkes Sulteng terus memantau wilayah terdampak dan menggencarkan imunisasi tambahan untuk menekan penyebaran.
Masyarakat juga diimbau menjaga Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala campak.
Baca juga: 431 Gerai Kopdes Masih Dibangun, 14 Gerai Sudah Beroperasi di Sulawesi Tengah
“Bagi orang tua, pastikan imunisasi anak lengkap sesuai usia. Dukungan tokoh masyarakat dan pemerintah setempat juga sangat dibutuhkan untuk meningkatkan cakupan imunisasi di wilayah terdampak,” tambah Ahsan.(*)